• Selasa, 24 Mei 2022

Lomba Ngadi Saliro Ngadi Busono, Sambut Hari Ibu ke-93 Digelar di Sragen

- Jumat, 3 Desember 2021 | 12:13 WIB
Para juara lomba Ngadi Saliro Ngadi Busana berpose bersama Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati.  (pic. pemkab sragen)
Para juara lomba Ngadi Saliro Ngadi Busana berpose bersama Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati. (pic. pemkab sragen)

"Ini agenda rutin tahunan yang digelar GOW Sragen. Pesertanya semua perwakilan dari masing-masing Orwan. Semua berpartisipasi karena kemarin sudah ada kesepakatan yang tidak mengirimkan wakil akan didenda Rp 250.000. Akhirnya semua ikut mengirim delegasi," paparnya seperti dilaporkan laman Pemkab Sragen.

Semua peserta wajib mengenakan busana dan dandanan kejawen atau adat Jawa. Setelah dilakukan penilaian, Ny Intan Thomas yang menjadi delegasi dari Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sragen akhirnya keluar sebagai juara pertama. Ia juga dinobatkan sebagai peserta favorit usai mendapat penilaian tertinggi dari hadirin.

Baca Juga: 7 Wisata Semarang Instagramable,  dari Tempo Doeloe Hingga Kekinian

"Iya semua peserta wajib menampilkan busana jawa. Kita nilai beberapa kriteria mulai dari keserasian, make up, sepatu, jaritnya, hijabnya, sanggulnya dan lainnya. Juara 1 diraih Ny Intan Thomas istri dari pegawai Dinas Kesehatan Sragen," urainya.

Sedangkan juara II, diraih oleh Ny Ari Setitiningsih dan juara III, diraih Ny Madgalena.

Selain memeriahkan Hari Ibu, Ny Damai menambahkan lomba tersebut juga digelar untuk menanamkan kecintaan kalangan ibu-ibu agar semakin nguri-uri budaya Jawa utamanya dalam hal berbusana.

Baca Juga: 7 Tempat Roasting Kopi di Solo yang Recommended

"Sebagai pendamping suami, wanita itu tidak hanya cantik luarnya saja, tapi dalamnya juga harus cantik. Pepatah jawanya Ajining Rogo Ana Ing Busono," terangnya.

Pihaknya berharap lomba berbusana Jawa itu diharapkan menjadi momentum untuk kalangan ibu-ibu utamanya Dharma Wanita agar melestarikan dan mencintai budaya Jawa yang adiluhung.

Sebab di era modernisasi saat ini, generasi muda cenderung sudah mulai menanggalkan budaya berusaha Jawa atau kebaya. Mereka lebih cenderung mengikuti budaya instan dan modern.

Halaman:

Editor: Agus Hermanto

Sumber: Pemkab Sragen

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X