TITIKTEMU.CO KUDUS - Komunitas Kung Muria Kudus (KMK) baru-baru ini menggelar kegiatan latihan prestasi burung perkutut yang berlangsung di Rumah Makan Bambu Wulung, Ngembalrejo Bae Kudus.
Bupati Kudus H.M. Hartopo menghadiri acara itu. Apresiasi diberikan oleh Bupati Hartopo atas terselenggaranya event lomba gantangan perkutut 'Kung Muria Kudus' ini. Karena, dirinya menilai burung perkutut mempunyai nilai histori tersendiri dalam kebudayaan masyarakat, khususnya masyarakat jawa.
"Atas nama pemerintah dan pribadi, saya sangat mengapresiasi atas terselenggaranya event lomba gantangan perkutut ini. Menurut saya, perkutut mempunyai nilai sejarah sarat makna yang merupakan warisan nenek moyang kita. Maka dari itu, kita sebagai generasi penerus semoga dapat melestarikanya," jelasnya sebagaimana dilansir laman Pemkab Kudus.
Baca Juga: Tidak Hanya Borobudur, Ini 7 Destinasi Wisata Magelang yang Indah Bukan Kepalang
Baca Juga: Puthuk Setumbu, Menikmati Keindahan Sunsrise dari Atas Bukit
Bupati juga berharap dengan diadakanya lomba gantangan perkutut yang dihadiri oleh berbagai komunitas kung mania dari berbagai daerah dapat memberikan dampak positif bagi pariwisata.
"Semoga dengan hadirnya berbagai komunitas kung mania dari seluruh penjuru daerah dapat membawa dampak positif bagi pariwisata Kabupaten Kudus," harapnya.
Baca Juga: Solo, Yogya dan Bali Jadi Pilot Project Wellness Tourism Indonesia, Apa itu Wellness Tourism?
Selain itu, Bupati Kudus mengajak peran serta masyarakat khususnya generasi milenial agar lebih mencintai dan melestarikan burung perkutut dengan tujuan nguri-uri budaya.
"Burung perkutut ini memiliki keunikan tersendiri, ibarat sebuah barang ini kategori klasik. Banyak kalangan ningrat yang memeliharanya. Alangkah baiknya juga generasi milenial dapat ikut melestarikanya dengan tujuan nguri-uri kebudayaan kita. Dengan begitu, banyak hal yang akan kita ketahui dari histori burung perkutut sebagai warisan budaya leluhur," terangnya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga mendukung upaya pergelaran event-event pelestarian kebudayaan seperti ini.
Baca Juga: Dubes Australia Temui Gubernur Wayan Koster, Bahas Kebangkitan Pariwisata Bali
"Burung perkutut Ini merupakan warisan nenek moyang, Oleh karena itu, Pemkab Kudus sangat mendukung event-event pelestarian kebudayaan seperti perlombaan ini dengan harapan burung perkutut yang notabene simbol kebudayaan kita dapat selalu diterima berbagai kalangan dalam perkembangan jaman," imbuhnya.
Terakhir, Bupati Hartopo juga tak lupa mengingatkan pentingnya protokol kesehatan yang harus tetap ditaati.
Artikel Terkait
Merpati Jenis ini Tidak Bisa Terbang, Cuma Bisa Guling-guling di Tanah
Langgar Protokol Kesehatan Covid-19, Lomba Burung di Purbalingga Dibubarkan
Giatkan Perokonomian Pasca Pandemi, Warga Sragen Ciptakan Aplikasi Jual Beli Satwa Anti Kerumunan
Basmi Tikus, Klaten Kembangkan Burung Hantu
Sarang Burung Walet, Liur Paling Berharga dan Termahal Ada di Indonesia