Kemenkes RI: Selama Pandemi 12 Juta Usia Remaja Mengalami Depresi. Ini Beberapa Penyebabnya

photo author
Budi Harjo Kusumo, TitikTemu.co
- Minggu, 10 Oktober 2021 | 18:27 WIB
Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakoso, Plt Dirjen P2P Kemenkes, Maxi Rein, Kepala Dinas Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo,  Direktur P2MKJN Calistinus Eigya Munthe , saat menghadiri Peringatan Hari Jiwa Sedunia 2021 di Solo, Minggu (10/10). (Tangkapan layar vidio Budi Harjo Kusumo/titiktemu.co)
Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakoso, Plt Dirjen P2P Kemenkes, Maxi Rein, Kepala Dinas Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo, Direktur P2MKJN Calistinus Eigya Munthe , saat menghadiri Peringatan Hari Jiwa Sedunia 2021 di Solo, Minggu (10/10). (Tangkapan layar vidio Budi Harjo Kusumo/titiktemu.co)
TITIKTEMU.CO, SOLO - Kementerian Kesehatan mencatat orang yang mengalami gangguan jiwa atau depresi saat Pandemi Covid 19, mengalami peningkatan 6,5 %. Kebanyakan dari mereka adalah yang masih berusia remaja dan produktif
 
Hal itu diutarakan oleh Plt Dirjen P2P Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwu saat menghadiri Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Dunia yang berlangsung di Gedung Indra Loka, Komplek Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Dr Arif Zainudin, Solo.
 
"Jadi saat memasuki Pandemi Covid 19, peningkatan gangguan jiwa seperti depresi, mental, dan semacamnya mengalami peningkatan 6,5 %," ungkap Maxi.
 
Maxi juga menjelaskan bahwa untuk anak remaja kebanyakan mengalami depresi di angka 12 Juta orang.
 
"Kebanyakan usia remaja, diatas 12 juta orang." kata Maxi
 
Menyangkut penyebabnya, Maxi menyebutnya beragam. Penyebabnya bermacam macam, seperti keterbatasan sosial, orang tua kehilangan pekerjaan, dan terlalu diam di rumah.
 
Kemenkes menuruit Maxi, terus melakukan langkah-langkah agar tidak terjadi penambahan pada kasus tersebut. Pihaknya telah dan akan melakukan beberapa langkah antisipasi.
 
"Kita akan melakukan beberapa langkah, seperti memperluas akses inovasi, dari pelayanan Telemedicine yang dikembangkan oleh organisasi profesi, dari konsultasi hingga pemberian obat," ujar Maxi.
 
Diharapkan dengan hal itu akan menurunkan pada angka depresi. 
 
Sementara mengenai vaksinasi pada Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) sendiri saat ini dosisi 1 sudah mendekati 50%.
 
"Untuk setara nasional , dosis pertama ini kita sudah mendekati 50, sekarang sudah 47%."
 
Ia mengingatkan, mencintai lingkungan kesehatan jiwa menjadi salah satu kebudayaan masyarakat, yang terabaikan dan sekarang terasa menjadi lebih penting.
 
Dalam peringatan Hari Jiwa Sedunia 2021 yang dilakukan di RSJD Dr Arif Zainudin, Solo, Minggu (10/10), dengan tema Kesetaraan, Dalam Kesehatan Jiwa Untuk Semua, dihadiri Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa dan Plt Dirjen P2P Kemenkes Maxi Rein serta Dinas Kesehatan Provinsi, Yulianto Prabowo.***
  
   
 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: titiktemu.co

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X