Jangan Salah Lagi, Ini Lho Beda antara Pilek Alergi dan Flu

photo author
Ipiek Riyanto, TitikTemu.co
- Senin, 20 September 2021 | 05:37 WIB
lustrasi pilek.  (©Shutterstock/DPiX Center)
lustrasi pilek. (©Shutterstock/DPiX Center)

Pilek karena alergi tidak disertai demam. Normalnya, flu bisa memicu peradangan dan menyebabkan demam.

Kondisi ini biasanya berlangsung 3- 4 hari disertai gejala lain, seperti sakit kepala, kelelahan, dan nyeri.

Ketiga gejala ini jarang terjadi pada penderita alergi yang tengah kambuh. Jika mengalami demam disertai dengan gejala flu lain, segera ke dokter.

Baca Juga: Kolesterol dan Trigliserida Anda Tinggi?......Yuk Diet Rendah Karbohidrat

Gatal pada hidung, tenggorokan, dan mata

Penderita pilek alergi biasanya merasakan gatal pada hidung, tenggorokan, dan mata. Alergi terjadi akibat respons sistem imun tubuh terhadap alergen.

Seseorang yang alergi bulu hewan lalu menghirupnya, sistem imun hidung dan saluran udara akan bereaksi. Jaringan pernapasan halus mungkin saja membengkak.

Hidung akan tersumbat atau berair, mirip dengan gejala pilek akibat infeksi. Namun, pilek karena infeksi tidak menimbulkan rasa gatal pada mata.

Baca Juga: Inilah Cara Cerdas Menggunakan Antibiotik

Bersin-bersin

Bersin-bersin tak bisa dihindarkan saat pilek. Gejala ini menandakan rinitis alergi (hay fever) dibarengi hidung tersumbat, gatal pada langit-langit mulut dan hidung.

Beberapa pemicu bersin karena alergi antara lain debu, bulu hewan, udara dingin, serbuk sari, jamur, tungau debu dan serangga.

Batuk

Biasanya batuk akibat flu akan muncul beberapa hari selama virus menyerang, dan mereda saat tubuh merasa lebih baik.

Sedangkan batuk kering yang berlangsung lebih dari tiga minggu bisa menjadi pertanda alergi atau asma.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ganug Nugroho Adi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X