Bolehkah Terima Kombinasi Suntikan Vaksin Berbeda?

photo author
Andi Baskoro Wirawan, TitikTemu.co
- Sabtu, 4 September 2021 | 09:10 WIB
Penyuntikan kombinasi dari jenis vaksin covid yang sudah beredar menjadi pertanyaan publik. (pic. Hellosehat)
Penyuntikan kombinasi dari jenis vaksin covid yang sudah beredar menjadi pertanyaan publik. (pic. Hellosehat)

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan sekaligus Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, dr.Siti Nadia menjelaskan vaksin Moderna yang dipakai sebagai booster adalah mRNA-1273. Penyuntikkan vaksin ini lewat intramuskular dengan dosis 0,5 ml sebanyak 1 dosis.

Pada pelaksanaannya Vaksin jenis Moderna tidak hanya diberikan sebagai booster saja. Tetapi juga bisa menjadi vaksin utama atau yang belum pernah mendapatkan vaksin, termasuk ibu hamil dan orang yang memiliki penyakit komorbid.

Efek samping yang mungkin terjadi dari vaksin ini meliputi nyeri, kemerahan, dan pembengkakan pada bekas suntikan. Beberapa orang juga mungkin merasakan sakit kepala, nyeri otot, demam, mual, dan kelelahan. Penggunaan vaksin ini umumnya aman dan efek sampingnya akan menghilang dalam beberapa hari.

Kombinasi vaksin di sejumlah negara

Beberapa negara termasuk Indonesia telah menyetujui pemberian kombinasi vaksin dengan catatan telah melalui pengujian dan dalam pengawasan lembaga kesehatan terkait, baik sebagai booster dosis ke 3 maupun dosis kedua saja.

Sebuah penelitian menyebut bahwa kombinasi dosis pertama vaksin AstraZeneca dan dosis kedua vaksin Pfizer-BioNTech dapat memberi perlindungan jauh lebih baik dibanding pemberian dua dosis jenis vaksin yang sama.

AstraZeneca adalah jenis vaksin adenovirus mampu meningkatkan kemampuan sel T imun tubuh dalam mengenali patogen yang masuk. Vaksin Pfizer adalah jenis vaksin mRNA terbukti dapat meningkatkan antibodi tingkat tinggi dengan lebih baik. Kendati saat ini penelitian belum mencakup efek samping yang mungkin terjadi pada beberapa kelompok masyarakat. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Agus Hermanto

Sumber: hellosehat

Tags

Rekomendasi

Terkini

X