kesehatan

Universitas Tidar Magelang Ciptakan Prototipe Coil Cegah Pendarahan Otak

Kamis, 24 Februari 2022 | 10:23 WIB
Peneliti dari Universitas Tidar (UNTIDAR) Magelang berhasil menciptakan Prototipe Coil untuk mencegah pendarahan otak. (pic. untidar)

TITIKTEMU.CO MAGELANG – Dr. Suyitno, S.T., M.Sc peneliti dari Universitas Tidar (UNTIDAR) Magelang berhasil menciptakan Prototipe Coil yang dapat digunakan untuk mencegah pendarahan otak.

Otak bersama saraf tulang belakang berperan sebagai pusat kendali tubuh dan menyusun sistem saraf pusat. Saat otak mengalami pendarahan, pasti akan mempengaruhi seluruh tubuh manusia.

Baca Juga: Deteksi Dini Kelainan Payudara dengan Pemeriksaan USG

Baca Juga: Begini Cara Atasi Kolesterol Tinggi Ala dr Zaidul Akbar, Mudah dan Cespleng

Coiling adalah metode yang digunakan untuk menangani kasus aneurisma. Aneurisma otak adalah penonjolan atau pembengkakan pada arteri di otak.

Aneurisma yang menonjol menekan saraf atau jaringan otak. Membengkaknya bagian pembuluh darah mengakibatkan resiko pecahnya pembuluh darah ke jaringan di sekitarnya yang disebut pendarahan.

Baca Juga: SNMPTN: Inilah PTN yang Ada Prodi Film dan Televisi. Pendaftaran Ditutup 28 Februari 2022

Aneurisma yang pecah dapat menyebabkan stroke hemorrhagic, kerusakan otak, sakit kepala yang hebat, koma, dan bahkan kematian.

Aneurisma otak umumnya terjadi pada orang dewasa antara usia 30 dan 60 tahun dan lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Semua aneurisma cerebral berpotensi pecah dan menyebabkan pendarahan di dalam otak atau area sekitarnya.

Telah dilaporkan bahwa sekitar 2% dari populasi dunia menderita aneurisma intracranial. Tingkat kematian dari kasus-kasus ini adalah sekitar setengahnya. Para pasien yang meninggal sebelum sampai ke rumah sakit adalah sekitar 10-15%.

Baca Juga: MUI Apresiasi Pedoman Penggunaan Pengeras Suara Masjid

Metode yang digunakan untuk menangani kasus aneurisma adalah coiling. Coiling merupakan metode kateterisasi melalui pembuluh darah untuk memasukkan coil serat logam yang sangat halus pada gelembung aneurisma.

Coil dimasukkan tabung plastik berongga (kateter) ke dalam arteri, dan memasukkannya melalui tubuh ke aneurisma otak dan digulung di dalam aneurisma. Gulungan coil memblokir aneurisma dan mengurangi aliran darah ke aneurisma.

Prosedur ini mungkin perlu dilakukan lebih dari sekali selama hidup orang tersebut karena aneurisma yang diobati dengan penggulungan terkadang dapat kambuh.

Halaman:

Tags

Terkini