kesehatan

Jangan khawatir, Ibu Positif Covid 19, Bisa Tetap Susui Bayinya. Air Susu Ibu, Benteng Bayi Cegah Virus Corona

Minggu, 5 September 2021 | 12:59 WIB
Ilustrasi Ibu Menyusui Bayi (sumber foto: laman indonesia.go.id)

 

TITIKTEMU.CO 

JAKARTA - Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat,  hingga akhir Juli 2021 terdapat 447 anak berusia di bawah 1 tahun meninggal akibat Covid-19. Sebanyak 16 persen di antaranya adalah bayi baru lahir. 
 
Untuk itu, aktivitas menyusui tidak boleh terputus,  kendati ibu menyusui adalah kontak erat maupun telah terkonfirmasi positif Covid-19.  ASI dapat diberikan dengan tetap melakukan protokol kesehatan ketat, dan tidak mengalami gejala yang berat, jadi ibu masih bisa menyusui langsung.
 
 
 
Kandungan ASI Mengandung Antibodi Hadapi Virus Corona
 
Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Kartini Rustandi mengungkapkan, Air Susu Ibu (ASI) dari perempuan yang terkonfirmasi positif Covid-19, justru mengalir antibodi Imunoglobulin A dan G, Lactalbumin, dan Lactoferin. 
 
Secara spesifik antibodi tersebut bisa menjadi benteng perlawanan terhadap SARS COV-2. 'Ini adalah imunisasi pasif alami dari ibu penyintas Covid-19 kepada bayinya," ungkap Kartini Rustani, seperti dikutip TITIKTEMU.CO dari www.indonesia.go.id, Sabtu (4/9/2021).
 
Menurutnya, ASI secara eksklusif dalam enam bulan pertama, dapat meningkatkan kekebalan bayi terhadap virus corona. Untuk itu disarankan ibu menyusui agar tetap memberikan ASI pada bayinya,  apapun status kesehatan sang ibu.
 
Pernyataan Plt Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan tersebut, disampaikan dalam webinar memperingati Hari ASI Sedunia  bulan September 2021 yang dirilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pertengahan Agustus lalu.
 
Hal tersebut juga dikuatkan Satuan Tugas Covid-19 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Wiyarni Pambudi,  yang menyampaikan bahwa ibu menyusui yang terkonfimasi positif virus SARS COV-2 tetap bisa memberikan ASI eksklusif kepada buah hatinya. Berdasarkan hasil penelitian, ASI pada ibu positif Covid-19 memiliki kandungan antibodi yang tinggi.
 
“Memang benar, ASI penyintas covid mengalir antibodi Imunoglobulin,  Lactalbumin, Lactoferin dan lain-lain yang secara spesifik melawan SARS COV-2. Inilah yang disebut imunisasi pasif alami,” kata Wiyarni.
 
Wiyarni mengatakan, antivitas antibodi sIgA spesifik SARS COV-2 dan IgG spesifik dalam air susu penyintas Covid-19 mampu bertahan selama 7-10 bulan pascainfeksi. Selain para penyintas, Peningkatan kekebalan tubuh juga ditemukan pada ibu menyusui, yang telah mendapatkan vaksinasi Covid-19. Bahkan, kadar antibodinya telah meningkat sejak 14 hari pascapenyuntikan pertama.
 
“Pada ibu yang telah vaksinasi Covid-19 ditemukan kadar antibodi slgA spesifik SARS COV-2 dalam ASI meningkat pesat dalam waktu 14 hari pascavaksinasi dosis pertama, semakin kuat setelah minggu ke-4 dan terukur lebih tinggi pada minggu ke-5 dan ke-6,” terangnya.
 
 
 Jika saat menyusui sang ibu merasa dirinya lemah dan tidak memiliki kekuatan, maka bayi dapat diberikan ASI perah (ASIP),  baik oleh ibu maupun anggota keluarga yang lain.

“Menyusui tidak boleh terputus apapun status ibu. Apabila kondisisnya tidak memungkinkan, ibu yang positif dan dirawat harus didukung agar bisa memerah ASI. Jika ibu masih kuat, lanjutkan dengan tetap mengikuti protokol pencegahan Covid-19,” pesannya.

Sementara itu, Entos Zainal selaku Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Ahli Gizi Indonesia (DPP PERSAGI) menekankan, dalam situasi sekarang ini pihaknya aktif melakukan edukasi.
 
Bersama Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah (pemda) maupun organisasi non pemerintah, edukasi yang diberikan PERSAGI salah satunya melalui talkshow.
 
DPP PERSAGI juga menerjunkan kader-kader untuk memberikan penyuluhan dan pendampingan langsung kepada masyarakat serta menyediakan layanan telekonsultasi untuk memantau kesehatan ibu dan anak.
 
PERSAGI memberi dukungan agar kepercayaan diri ibu menyusui makin meningkat karena gangguan psikis dapat mengurangi produksi ASI. (ewa)*** 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 

 

 
 

 

Terkini