TITIKTEMU.CO, Setelah momen lebaran yang diwarnai suguhan yang enak-enak seperti opor, ayam goreng, sambel goreng ati dan gule , orang mulai kawatir. Alasannya karena semua itu adalah makanan berlemak yang merupakan faktor resiko untuk mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi.
“Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah pasien lebih dari 130/90 mmHG dan hipertensi itu ada yang sifatnya primer, artinya dari sananya memang hipertensi dan hipertensi sekunder yang disebabkan oleh penyakit lain, misalnya gagal ginjal atau gagal jantung yang bisa menyebabkan hipertensi," kata dr. Andreas Arie Setiawan, Sp.PD-KKV dari RSND Universitas Diponegoro.
Hipertensi juga disebabkan faktor resiko. Salah satu faktor resiko misalnya gemuk. Artinya kalau orang gemuk maka ia cenderung lebih mudah mengalami hipertensi daripada yang tidak gemuk, kebiasaan hidup kurang olah raga atau merokok juga merupakan faktor resiko hipertensi.
Baca Juga: Rutin Cek Tekanan Darah, Pantau Hipertensi Supaya Tidak Jadi Silent Killer
“Jika seseorang mengalami atau memiliki faktor-faktor resiko maka akan terjadi banyak hal, bisa penyempitan pada pembuluh darah, bisa penebalan pada di dinding pembuluh darah, peradangan pada dinding pembuluh darah yang menyebabkan peningkatan tekanan darah lalu orangnya mengalami yang kita sebut sebagai hipertensi” lanjutnya.
Menurut dr. Andreas, hipertensi sekunder bisa hilang tapi hipertensi primer pengendaliannya dengan konsumsi obat. Minum obat disini bukan kecanduan obat, karena kecanduan berarti kita melakukan atau mengkonsumsi sesuatu yang tidak kita perlukan.
Pada pasien hipertensi, justru obat diperlukan untuk mengendalikan hipertensi dan tidak perlu kuatir karena dengan minum obat secara teratur hipertensi akan terkendali.
“Ini penting dan perlu dipahami karena hipertensi sendiri merupakan faktor resiko untuk terjadinya penyakit-penyakit yang lain, seperti penyakit jantung, stroke, penyakit pembuluh darah dan lain sebagainya jadi memang sebaiknya patut untuk dikendalikan tekanan darahnya supaya tidak terlalu tinggi” terangnya.
Solusinya menurut dr. Andreas Arie Setiawan, Sp.PD-KKV ada pada perubahan gaya hidup. Itu adalah salah satu solusi untuk mengendalikan hipertensi. Olahraga bisa mengurangi resiko hipertensi, tentunya olahraga yang sifatnya aerobik dan konstan misalnya jalan, jogging atau sepeda statis, sekali olahraga paling tidak 20 sampai dengan 30 menit dan dilakukan seminggu 3 sampai 4 kali.
Baca Juga: Begini Cara Mengonsumsi Bawang Putih Agar Hipertensi Membaik. Bisa Dimakan Mentah atau Dibuat Salad
Selanjutnya menjaga pola makan, memperbanyak sayur dan buah. Bukan berarti berpantang makanan tertentu tapi juga tidak sebebas-bebasnya, artinya makanan yang seimbang dengan mengurangi makanan-makanan yang berlemak.
Obat bukan satu-satunya cara tetapi upaya lainnya bisa dilakukan dengan pengendalian diri melalui diet dan olahraga, serta menghentikan rokok bagi perokok.
“Jangan takut dengan hipertensi, kalau ada faktor resiko seperti stres, kurang olah raga dan lain-lain, faktor resikonya bisa dikendalikan mulai sekarang dengan rajin cek tekanan darah dan kalau sudah ada hipertensi tidak perlu cemas karena itu bisa diatasi baik dengan olah raga, diet ataupun konsumsi obat yang bisa didiskusikan dan dikonsultasikan dengan dokter” pesannya.
Artikel Terkait
Tim Dokter RS Pusat Otak Nasional: Hipertensi Penyebab Tukul Arwana Pendarahan Otak
Hipertensi....Resep Ampuh Herbal ini bisa dicoba..
Begini Cara Mengonsumsi Bawang Putih Agar Hipertensi Membaik. Bisa Dimakan Mentah atau Dibuat Salad
Rutin Cek Tekanan Darah, Pantau Hipertensi Supaya Tidak Jadi Silent Killer
Bisa Bikin Sakit Maag hingga Hipertensi, Ini 5 Makanan yang Harus Dihindari Saat Berbuka Puasa Maupun Sahur