TITIKTEMU.CO YOGYAKARTA - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta seluruh Forkominda DIY berkoordinasi dengan Kabupaten/Kota untuk bekerja keras mengantisipasi kenaikan kasus Covid-19 yang disebabkan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Saya berharap kerja keras di lapangan, jangan sampai terjadi yang dikhawatirkan Bapak Presiden RI, libur Nataru justru menaikkan kasus Covid-19,” ujar Sri Sultan, Kamis (9/12) siang di Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.
Dalam agenda Rapat Koordinasi Persiapan Nataru yang digelar bersama Forkominda DIY dan Kepala OPD itu, Sri Sultan berharap koordinasi dengan tingkat 2 (Kabupaten/Kota) juga tetap dilakukan.
Baca Juga: Menkeu Sri Mulyani: Korupsi adalah Penyakit dan Bahayanya Sangat Nyata!
Baca Juga: PPKM Level 3 Nataru Batal, Ini Alasannya Menurut Mendagri
“Untuk itu, mohon bisa diback-up, koordinasikan dengan tingkat 2 juga lebih baik, karena tambahannya juga ada pandemi. Jadi kita tidak hanya sekadar memberikan pelayanan yg baik, tapi juga ingatkan protkes tetap jadi acuan,” jelas Sri Sultan yang memimpin rapat didampingi Wagub DIY KGPAA Paku Alam X.
Sri Sultan mengimbau penguatan sinergi di lapangan, agar kerumunan dapat diminimalisir. “Kami mohon diingatkan dengan baik di lapangan seperti sektor pariwisata hotel, pertokoan, bagaimana agar tetap menjalankan tugas dengan baiK. Namun juga menghentikan aktivitas jika kerumunan terjadi. Saya mohon close, keluar dulu lalu diatur untuk masuk lagi. Pengaturan ini menjadi sesuatu yang penting untuk kita jaga,” tegas Sri Sultan sebagaimana dilaporkan laman Pemprov DIY.
Selain kesehatan, persoalan lain yang juga menjadi perhatian adalah masalah keamanan. Jelang libur Nataru, Sri Sultan menekankan hal-hal teknis terkait pengamanan tujuan utamanya adalah peningkatan pelayanan bagi masyarakat.
“Bagi saya yang penting, hal-hal teknis teman-teman kan paham. Yang penting bagaimana pola pelayanan dan peningkatan bisa dilaksanakaan koordinasi dan pelayanan yang lebih baik,” tukas Ngarsa Dalem.
Meskipun pemerintah pusat mencabut pemberlakukan PPKM Level 3, masyarakat harus tetap menjalankan protokol kesehatan. “Pembatalan PPKM level 3 dibatalkan, akan tetap ada assessment bagi daerah akan menjadi level berapa. Saya berharap agar masyarakat juga aktif untuk menjalankan protokol kesehatan,” urai Ngarsa Dalem.
Baca Juga: Ketua DPR Puan Maharani: Keputusan Pemerintah Batakan PPKM Level 3 Serentak Sudah Tepat
Terkait dengan kebijakan di destinasi wisata, Sri Sultan mengatakan bahwa pengaturan destinasi wisata akan dilakukan oleh masing-masing asosiasi. “Itu (destinasi wisata), kan ada asosiasinya. Jadi nanti kebijakan dan pengaturan akan sesuai dengan asosiasi itu,” imbuh Sri Sultan.
Tak lupa, Sri Sultan juga mengingatkan khususnya kepada Satpol PP DIY untuk berkoordinasi dengan Satpol PP Kabupaten/Kota guna menyediakan sarana layanan kesehatan di sepanjang pantai selatan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi sengatan ubur-ubur bagi pengunjung pantai.
Artikel Terkait
Kebijakan Penanganan Covid-19 Indonesia Dipuji Dunia, Tetap Taat Prokes dan Ikuti Ketentuan Libur Nataru
PPKM Level 3 Diberlakukan, ASN dan Tenaga Kontrak Pemkab Boyolali Dilarang Cuti
Sowan ke Romo Haryo di Katedral, Muhadjir Effendy Minta Saran Kebijakan Nataru
Libur Nataru, Satgas Covid-19 Perketat Prokes di Tempat Wisata di Pemalang
Kementerian PUPR Pastikan Jalan Nasional dan Tol Siap Dilalui Arus Kendaran Nataru
PPKM Level 3 Batal Diterapkan di Semua Wilayah, Perayaan Tahun Baru Tetap Dilarang
Libur Nataru, ASN Pemkot Semarang Dilarang Ambil Cuti