Jalan Lintas Kota (JLK) Wonogiri Menggerakkan Perekonomian Warga Sekitarnya

photo author
Leonardo Pamungkas, TitikTemu.co
- Selasa, 26 Oktober 2021 | 07:15 WIB
Salah satu tempat ikonik di Jalan Lingkar Kota Wonogiri (jatengprov.go.id)
Salah satu tempat ikonik di Jalan Lingkar Kota Wonogiri (jatengprov.go.id)

TITIKTEMU.CO, Wonogiri - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada 2015 lalu marah mengetahui pembangunan Jalan Lingkar Kota (JLK) Wonogiri tidak beres.

Kemarahan Ganjar, saat itu dipicu karena konstruksi ruas jalan beton yang tidak dilengkapi kerangka sepatu besi.

Mengetahui hal tersebut, orang nomor satu di Jawa Tengah itu naik pitam dan memerintahkan sebagian ruas jalan yang telah dicor, yakni di Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri, untuk dibongkar.

Baca Juga: 7 Film Bertema Sepakbola, dari Pele Hingga Kisah Para Hooligan

Setelah itu pengawasan pembangunan diperketat. Enam tahun berlalu, ruas sepanjang 15,594 kilometer itu rampung. Masyarakat pun mengunduh untung.

“Iki maksudku duwite rakyat mas, ngene iki sing marake aku ngamuk ya ngene iki (Ini duitnya rakyat mas. Ini yang menyebabkan saya marah),” ujar Ganjar kala itu (7 Oktober 2015).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Wonogiri Prihadi Ariyanto mengungkapkan, setelah Gubernur Ganjar marah, Pemkab Wonogiri yang memiliki ruas jalan tersebut lebih ketat mengawasi.

Baca Juga: Kereta LRT Mengalami Kecelakaan di Jalur Layang Munjul Saat Uji Coba

Selain menggunakan anggaran dari APBD Wonogiri ditambah Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU), pembiayaan pembangunan JLK juga dari Bantuan Keuangan Provinsi Jateng.

Total anggaran untuk JLK Wonogiri sebesar Rp 116 miliar, 78 persen berasal dari Bankeu Provinsi, sebesar Rp68 miliar, dan durasi pengerjaannya sembilan tahun, yaitu dari 2010 hingga 2019.

“Setelah ada checking dari Pak Ganjar (enam tahun lalu), kita selaku yang punya kegiatan JLK terus meningkatkan sumber daya manusia dalam pengawasan. Kami perketat pengawasannya,” urainya, saat ditemui Sabtu (23/10/2021).

Baca Juga: Penumpang Pesawat Masih Bisa Pakai Rapid Antigen, Simak Syaratnya

Prihadi menyebut pemanfaatan secara maksimal jalur ini masih menunggu beberapa kelengkapan dirampungkan, di antaranya pemasangan rambu, marka, dan sebagainya.

Namun, saat ini masyarakat sekitar telah memanfaatkannya sebagai jalur antar kecamatan dan desa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: jatengprov.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X