Dengan demikian, mereka telah ikut serta mensukseskan program pemerintah untuk pemerataan penduduk melalui program transmigrasi.
“Program transmigrasi bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan transmigran dan masyarakat sekitarnya, peningkatan dan pemerataan pembangunan daerah serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, “ ujar Helmi.
Hingga saat ini, transmigrasi memang tetap dibutuhkan. Daerah tujuan memerlukan pionir pembuka daerah baru. Para transmigran, sekaligus juga dapat memberikan contoh kepada masyarakat sekitar, tentang bagaimana cara mengolah lahan secara lebih baik dan maju.
“ Setiap KK transmigran, akan diberikan lahan sekitar 2 hektar”, ucap Sekda.
Baca Juga: Berniat Membakar Sarang Tawon, Lahan Satu Hektare Malah Ikut Terbakar
Helmi menambahklan, khusus untuk ibu-ibu, diharapkan untuk mendampingi suami dan putra putri di lokasi transmigran, karena peran panjenengan sangat menentukan. Apabila sosok ibu sudah tidak kerasan di lokasi, biasanya akan diikuti oleh anak-anak dan suami”, pinta Helmi.
Dengan kebersamaan dan kegotongroyongan di lokasi transmigran, dapat meraih kesuksesan yang dicita-citakan bersama. Pemerintah Kabupaten Bantul akan selalu mendoakan, agar transmigran betah dan dapat sukses di lokasi yang baru.
Baca Juga: KA Logawa Beroperasi Lagi, Anak Usia di Bawah 12 Tahun Sudah Diperbolehkan Naik Kereta Api Kembali
Suyitno, salah satu transmigran dari Sedayu yang ikut berangkat mengatakan, alasannya mengikuti transmigran, karena ingin meningkatkan kesejahteraan keluarga, sekaligus ikut memajukan daerah transmigrasi.
" Saya ingin mengubah image, bahwa transmigrasi itu tidak seperti orang-orang bayangkan, dengan bertansmigrasi, kami ingin memajukan daerah transmigrasi dengan keahlian yang saya miliki, dan tentunya, membawa nama baik Kabupaten Bantul, " katanya.***
Artikel Terkait
Perhatikan Tenaga Kerja Mendapat Jaminan Ketenagakerjaan Cukup Tinggi, DIY Terima Patriana Award 2020
Siap-siap Piknik, Kuy! Ini 10 Destinasi Wisata Jogja Paling Baru
Jogja Akan Hadirkan Kembali Keroncong Plesiran Di Hutan Pinus Sari
PPKM Jogja Level 2, Epidemiolog UGM Ingatkan Tanggung Jawab Masyarakat
7 Gudeg Jogja Legendaris yang Wajib Kamu Coba. Mana Saja?