TITIKTEMU.CO, BALI - Momen kebersamaan lekat pada Presiden Joko Widodo bersama sang Istri Iriana Joko Widodo di sela sela kunjungan kerjanya meninjau Hutan Mangrove di Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Kabupaten Badung, Jumat, (8/10).
Di sela sela Kunjungan kerja (Kunker) nampak dalam foto itu, Presiden Joko Widodo, berjalan bersama menyusuri sebuah jembatan kayu yang membelah Taman Hutan Mangrove.
Sambil bercengkrama, terlihat kedua tangan Jokowi sedang memberikan keterangan seputar kawasan tersebut kepada sang istri Iriana.
Presiden Jokowi menjelaskan sesuatu kepada ibu Iriana saat menyusuri Taman Hutan Bakau di Bali (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Nampak kompak juga, Jokowi dan Iriana memakai baju putih, sementara iriana menggunakan kerudung warna merah muda bermotif.
Tentunya momen ini menambah kesan syahdu dan mesranya, Presiden bersama sang istri, saat berjalan berdua menyusuri Taman Hutan Mangrove yang sejuk dan rimbun sejauh 500 meter.
Jokowi berdua Iriana di Hutan Mangrove Bali (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Dalam peninjauan Taman Hutan Raya tersebut, Presiden dan Ibu Iriana didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove Hartono Prawiraatmaja, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Wakil Menteri LHK Alue Dohong, berjalan kaki di atas jembatan kayu menelusuri kawasan hutan mangrove sejauh 500 meter hingga menara pandang.
Ketika berjalan kaki, Presiden dan Ibu Iriana mendapatkan penjelasan dari pengelola Taman Hutan Raya, Komang Tri, tentang kawasan hutan mangrove.
Komang Tri menjelaskan bahwa kawasan hutan mangrove tersebut direhabilitasi sejak tahun 1992.
"Luas kawasan ini sebesar 268 hektare. Sebelumnya merupakan lahan eks tambak ikan dan udang yang terbengkalai. Sejak 1992 direhabilitasi dan berhasil dengan baik. Saat ini terdapat 92 jenis burung dan 33 jenis tanaman mangrove," ucap Komang Tri.
Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, luas lahan mangrove di Provinsi Bali mencapai 2.143,97 hektare.
Dari luas tersebut, 19 hektare di antaranya termasuk kategori kerapatan jarang, serta masih terdapat habitat mangrove yang berpotensi dapat ditanami seluas 263 hektare.
Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar mengatakan, keberhasilan konservasi hutan mangrove di Mangrove Conservation Forest beriringan dengan alih usaha dari budidaya tambak menjadi multi usaha lain berbasis ekosistem mangrove, seperti budidaya ikan tangkap, hasil pengolahan produk mangrove nonkayu, serta pariwisata.
Upaya itu menunjukkan bahwa pemulihan ekosistem mangrove dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal maupun regional.
Dari kunjungan kerja ini juga diharapkan dapat diperoleh gambaran mengenai prestasi dan komitmen ekonomi hijau Indonesia yang dapat ditunjukkan kepada para anggota delegasi G20 pada KTT G20 tahun 2022 di Bali nanti.***
Artikel Terkait
Sikap Gibran Saat Dampingi Presiden Jokowi ke UNS Jadi Sorotan, Netizen: Salut!
Hadapi Gelombang Ketiga Covid-19, Begini Strategi Presiden Jokowi
Mobil Tua Bekas Presiden Jokowi Dibeli Warga Wonogiri Bernama Suparno
Jokowi Bangun Pusat Pengembangan Startup Pemuda di Papua
Presiden Jokowi Resmikan Pos Lintas Batas Negara Sota di Merauke, Papua
Kunjungi Merauke, Presiden Jokowi Pastikan Vaksinasi Merata dari Sabang Sampai Merauke