Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, akhirnya meninggal Meski Sempat Menerima 100 Unit Transfusi Darah

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Jumat, 8 Juli 2022 | 20:23 WIB
Ilustrasi. Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akhirnya meninggal setelah ditembak saat berpidato di Nara (foto: flickr)
Ilustrasi. Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akhirnya meninggal setelah ditembak saat berpidato di Nara (foto: flickr)

TITIKTEMU.CO, JEPANGMantan perdana menteri Jepang Shinzo Abe akhirnya  meninggal setelah ditembak saat berpidato saat berkampanye. Jepang berduka karena kehilangan pemimpin, yang menjadi perdana menteri terlama di negeri Sakura.

Pria berusia 67 tahun, yang mengundurkan diri pada tahun 2020, diterbangkan ke rumah sakit dengan helikopter setelah ditembak di kota barat Nara. Shinzo Abe  dinyatakan meninggal sekitar lima setengah jam kemudian.

Baca Juga: Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe Ditembak Saat Berpidato

Pembunuhan pertama terhadap seorang pejabat atau mantan perdana menteri Jepang sejak zaman militerisme sebelum perang pada 1930-an mengejutkan banyak warga Jepang. Terlebih di Jepang, kekerasan politik jarang terjadi dan senjata dikontrol dengan ketat.

“Serangan ini adalah tindakan kebrutalan yang terjadi selama pemilihan – dasar dari demokrasi kita – dan benar-benar tidak dapat dimaafkan,” kata perdana menteri saat ini, Fumio Kishida, anak didik Abe, yang menahan emosinya.

Rekaman yang disiarkan oleh media Jepang menunjukkan pidato Abe terganggu oleh dua ledakan keras dan asap, dengan Abe tersandung ke tanah setelah tembakan kedua.

Baca Juga: Tersangka Pelaku Penembakan Shinzo Abe Mantan Anggota Pertahanan Diri Maritim Jepang

Rumah sakit yang mencoba menyelamatkannya mengatakan dia meninggal pada pukul 5 sore waktu setempat. Abe kehabisan darah karena luka dalam di jantung dan sisi kanan lehernya, meskipun menerima lebih dari 100 unit darah dalam transfusi selama empat jam.

Hidetada Fukushima, profesor yang bertanggung jawab atas pengobatan darurat di rumah sakit Universitas Kedokteran Nara, mengatakan kepada sebuah konferensi pers yang disiarkan televisi.

Polisi telah menangkap seorang pria berusia 41 tahun yang dicurigai melakukan penembakan. Penyiar NHK mengutip tersangka, yang diidentifikasi sebagai Tetsuya Yamagami, mengatakan kepada polisi bahwa dia tidak puas dengan Abe dan ingin membunuhnya.

Baca Juga: 320 Orang Diperiksa, 5 Ditetapkan sebagai Tersangka Penghalangan Penangkapan Tersangka Pencabulan di Ponpes

Tersangka mengatakan kepada polisi bahwa dia telah membuat beberapa bahan peledak dan senjata buatan tangan. NHK melaporkan. Polisi menemukan beberapa kemungkinan bahan peledak selama penggeledahan di rumahnya.

NHK melaporkan bahwa teknisi penjinak bom sedang bersiap untuk melakukan ledakan terkendali di lokasi tersebut.

Polisi mengatakan senjata yang diduga digunakan dalam serangan itu adalah buatan sendiri. Sebuah foto menunjukkan dua bagian logam berbentuk silinder yang tampaknya telah diikat dengan pita hitam tergeletak di jalan dekat tempat kejadian.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: theguardian.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X