TITIKTEMU.CO, JEPANG - Mantan perdana menteri Jepang Shinzo Abe akhirnya meninggal setelah ditembak saat berpidato saat berkampanye. Jepang berduka karena kehilangan pemimpin, yang menjadi perdana menteri terlama di negeri Sakura.
Pria berusia 67 tahun, yang mengundurkan diri pada tahun 2020, diterbangkan ke rumah sakit dengan helikopter setelah ditembak di kota barat Nara. Shinzo Abe dinyatakan meninggal sekitar lima setengah jam kemudian.
Baca Juga: Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe Ditembak Saat Berpidato
Pembunuhan pertama terhadap seorang pejabat atau mantan perdana menteri Jepang sejak zaman militerisme sebelum perang pada 1930-an mengejutkan banyak warga Jepang. Terlebih di Jepang, kekerasan politik jarang terjadi dan senjata dikontrol dengan ketat.
“Serangan ini adalah tindakan kebrutalan yang terjadi selama pemilihan – dasar dari demokrasi kita – dan benar-benar tidak dapat dimaafkan,” kata perdana menteri saat ini, Fumio Kishida, anak didik Abe, yang menahan emosinya.
Rekaman yang disiarkan oleh media Jepang menunjukkan pidato Abe terganggu oleh dua ledakan keras dan asap, dengan Abe tersandung ke tanah setelah tembakan kedua.
Baca Juga: Tersangka Pelaku Penembakan Shinzo Abe Mantan Anggota Pertahanan Diri Maritim Jepang
Rumah sakit yang mencoba menyelamatkannya mengatakan dia meninggal pada pukul 5 sore waktu setempat. Abe kehabisan darah karena luka dalam di jantung dan sisi kanan lehernya, meskipun menerima lebih dari 100 unit darah dalam transfusi selama empat jam.
Hidetada Fukushima, profesor yang bertanggung jawab atas pengobatan darurat di rumah sakit Universitas Kedokteran Nara, mengatakan kepada sebuah konferensi pers yang disiarkan televisi.
Polisi telah menangkap seorang pria berusia 41 tahun yang dicurigai melakukan penembakan. Penyiar NHK mengutip tersangka, yang diidentifikasi sebagai Tetsuya Yamagami, mengatakan kepada polisi bahwa dia tidak puas dengan Abe dan ingin membunuhnya.
Tersangka mengatakan kepada polisi bahwa dia telah membuat beberapa bahan peledak dan senjata buatan tangan. NHK melaporkan. Polisi menemukan beberapa kemungkinan bahan peledak selama penggeledahan di rumahnya.
NHK melaporkan bahwa teknisi penjinak bom sedang bersiap untuk melakukan ledakan terkendali di lokasi tersebut.
Polisi mengatakan senjata yang diduga digunakan dalam serangan itu adalah buatan sendiri. Sebuah foto menunjukkan dua bagian logam berbentuk silinder yang tampaknya telah diikat dengan pita hitam tergeletak di jalan dekat tempat kejadian.
Artikel Terkait
Presiden Jokowi: Jangan Ada Lagi Kota di Ukraina yang Rusak Akibat Perang
'SUATU HARI DI UKRAINA' Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
Presiden Putin Beri Jaminan Keamanan Pasokan Pangan dan Pupuk dari Ukraina maupun Rusia
PERTEMUAN JOKOWI-PUTIN (1): Putin Ingatkan Jokowi, Rusia Bantu Perkuat Posisi Awal RI di Kancah Internasional
PERTEMUAN JOKOWI – PUTIN (2): Indonesia Selalu Berkontribusi untuk Pastikan Perdamaian di Seluruh Dunia
Dino Patti Djalal: Putin Tak Indahkan Misi Perdamaian Jokowi, Prioritas Rusia Taklukkan Ukraina
'NGOBROL DI MEJA MAKAN' Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku