Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, akhirnya meninggal Meski Sempat Menerima 100 Unit Transfusi Darah

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Jumat, 8 Juli 2022 | 20:23 WIB
Ilustrasi. Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akhirnya meninggal setelah ditembak saat berpidato di Nara (foto: flickr)
Ilustrasi. Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akhirnya meninggal setelah ditembak saat berpidato di Nara (foto: flickr)

Baca Juga: MENGENANG ERIL (2): Atalia Kebingungan antara Menjaga Zara yang Syok atau Terjun ke Sungai Selamatkan Eril

Abe, berada di Nara untuk menyampaikan pidato kampanye menjelang pemilihan majelis tinggi hari Minggu ini. Ia adalah seorang politisi konservatif yang dikenal dengan kebijakan "Abenomics" untuk mengangkat ekonomi terbesar ketiga di dunia dari deflasi dan untuk mendukung peran yang lebih menonjol bagi Militer Jepang untuk melawan ancaman yang berkembang dari Korea Utara dan China yang lebih tegas.

Setelah berhenti secara tiba-tiba sebagai perdana menteri pada tahun 2007 setelah satu tahun menjabat, Abe kembali untuk tugas kedua pada tahun 2012, berjanji untuk menghidupkan kembali ekonomi yang stagnan, melonggarkan batasan konstitusi pasifis pasca perang dunia kedua dan mengembalikan nilai-nilai konservatif.

Baca Juga: Belum Dapat Sekolah? Ini Daftar 50 SMA Unggulan Seluruh Indonesia. Bisa Jadi Acuan Pilihan

Abe menjadi perdana menteri terlama di Jepang pada November 2019, tetapi pada musim panas 2020 dukungan publik telah terkikis oleh penanganannya terhadap wabah Covid-19 serta serangkaian skandal, termasuk penangkapan mantan menteri kehakimannya.

Abe mengundurkan diri tanpa memimpin Olimpiade, yang ditunda hingga 2021 karena pandemi.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: theguardian.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X