internasional

Mengenal Selat Hormuz, Jalur Utama Perdagangan Minyak dan Gas Dunia

Selasa, 10 Maret 2026 | 09:05 WIB
Mengenal Selat Hormuz, Jalur Utama Perdagangan Dunia Minyak dan Gas Dunia. (Peta Dunia)

Selat Hormuz juga merupakan bagian dari jaringan Jalur Sutra maritim, di mana berbagai komoditas seperti sutra, keramik, gading, dan tekstil dikirim melalui jalur laut menuju Timur Tengah dan Eropa.

Pada masa kolonial, Portugal, Belanda, dan Inggris berebut pengaruh di kawasan ini untuk menguasai perdagangan rempah yang sangat menguntungkan.

Pperan Selat Hormuz berubah drastis pada abad ke-20 ketika cadangan minyak besar ditemukan di Timur Tengah. Sejak saat itu, jalur perdagangan kuno ini menjadi urat nadi distribusi energi dunia.

Baca Juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Investor Disarankan Diversifikasi Aset Safe Haven 

Negara Pengguna Jalur Selat Hormuz

Sejumlah negara produsen minyak di Timur Tengah sangat bergantung pada Selat Hormuz untuk mengekspor energi mereka ke pasar global.

Beberapa negara tersebut antara lain Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Irak, Kuwait, Qatar, dan Iran. Sebagian besar minyak dan gas dari negara-negara tersebut dikirim melalui Selat Hormuz menuju Asia.

Karena volume perdagangan energi yang sangat besar, gangguan kecil di Selat Hormuz saja dapat memicu dampak global.

Harga minyak dan gas biasanya langsung melonjak ketika muncul ancaman terhadap keamanan jalur ini.

India dan China termasuk negara yang paling terdampak. India mengimpor lebih dari separuh kebutuhan gas alam cairnya dari kawasan Teluk.

Sementara sekitar 40 persen pasokan minyak China melewati Selat Hormuz. Jika jalur ini terganggu, pasokan energi ke negara-negara tersebut bisa langsung terhambat.

Baca Juga: Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Sosok Kontroversial yang Dibenci AS 

Kawasan yang Sering Memanas

Selat Hormuz juga dikenal sebagai wilayah yang sering mengalami ketegangan geopolitik.

Pada tahun 1980-an, konflik antara Iran dan Irak memicu serangkaian serangan terhadap kapal tanker minyak dalam periode yang dikenal sebagai “Tanker War”.

Halaman:

Tags

Terkini