Ritual Rogo Sukmo, Memisahkan Ruh dari Jasad Fisiknya. Gagal Dilakukan Jika Berniat Jahat

photo author
Teguh Argari Bisono, TitikTemu.co
- Senin, 25 Juli 2022 | 13:08 WIB
Ilustrasi kasus pemerkosaan. (Pxhere)
Ilustrasi kasus pemerkosaan. (Pxhere)

TITIKTEMU.CO - Rogo Sukmo adalah  ajian sakti   memisahkan ruh dari jasad fisiknya. Rogo Sukmo biasa ditemui di tanah Jawa yang memang masih kental dengan pengaruh klenik yang berhubungan dengan dunia gaib.

Ajian rogo sukmo biasanya digunakan untuk melakukan perjalanan spiritual. Ada yang mengatakan kalau para pelaku umumnya adalah mereka yang melakukan tradisi Kejawen. Tapi, di luar itu, banyak juga yang mempelajarinya.

Dalam tradisi Kejawen, rogo sukmo memiliki tujuan untuk menjumpai sedulur papat dan kelima pancer. Konon, sedulur papat kelima pancer ini merupakan entitas yang hidup di dimensi astral. Entitas ini ada bersamaan dengan lahirnya manusia ke bumi.

Baca Juga: Gudang B CV Saprotan Utama Masih Berasap. Ini Dia Penyebabnya

Roh itulah yang menjadi pembimbing atau penjaga manusia. Jika seseorang bisa terkoneksi dengan baik melalui kemampuan khusus, roh dapat diajak berkomunikasi. Tentu tidak sembarang orang bisa menguasi ajian ini. Mereka yang dapat melakukannya disebut akan memiliki kesaktian.

Sunan Kalijaga merupakan tokoh yang dalam legenda Jawa menguasai ilmu ini. Tokoh lain yang dipercaya memiliki ilmu ini adalah muridnya, Ki Ageng Selo. Diceritakan Ki Ageng Selo menangkap petir yang hendak menyambarnya ketika sedang mencangkuli tanah di sawah. Nah, katanya dia bisa menaklukan petir karena sudah menguasai ngrogo sukmo

Meski begitu, tak sembarang orang bisa melakukannya. Rogo sukmo sendiri biasa dilakukan sebagai sarana meditasi untuk menenangkan jiwa. Tak jarang, banyak yang gagal di tengah jalan lantaran mempunyai niat jahat ketika hendak mengamalkan ilmu kanuragan tingkat tinggi ini. 

Baca Juga: Terlihat Lemas di Mobilnya. Polda Metro Jaya Tidak Menahan Roy Suryo

Seperti yang pernah dilakukan  pasangan suami istri (pasutri) ini yang telah menculik dua anak di bawah umur. Kemudian, dua anak itu dijadikan budak seks, demi mendapatkan ilmu bank gaib (menjadi kaya raya), pada tahun 2020 ini.

Beruntung, anggota Tim Sultan Satreskrim Polres Tebo diperbantukan Polda Jambi berhasil membongkar kasus ini dan meringkus kedua tersangka yang sempat buron.

Tragisnya, pasutri ini bersekongkol menculik korban berinisial TM (13) dan RA (14) untuk dijadikan budak nafsu liar pelaku I (suaminya).

Baca Juga: 1.200 Personel Kepolisian akan Diterjunkan, Amankan Autopsi Jenazah Brigadir J

Kedua tersangka mengaku kepada penyidik, bahwa selama 21 hari di hutan, kedua korban disetubuhi oleh I hingga puluhan kali. Bejatnya lagi, pelaku juga memaksa kedua korban untuk threesome dengan istrinya sebanyak tiga kali.

"Seingat saya, puluhan kali. Dengan korban TM (13) sebanyak 20 kali dan korban RA (14) sebanyak 12 kali. Saya lakukan di samping istri saya. Selain itu, pernah empat kali saya lakukan bersamaan dengan istri saya, secara bergilir,” ungkap pelaku I di Mapolres Tebo, Selasa (24/11/2020), seperti dilansir pmjnews.com.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Teguh Argari Bisono

Sumber: pmjnews.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Lirik Yalal Waton Latin, Arab, Arti, dan Penciptanya

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:24 WIB
X