TITIKTEMU.CO, Indramayu - Bentrok antara petani penggarap lahan tebu milik PG Jatitujuh dengan sekelompok massa dari Forum Komunikasi Masyarakat Indramayu Selatan (F-KAMIS) kembali pecah.
Bentrokan mencekam itu terjadi di sebuah lahan tebu milik PG Jatitujuh di Desa Kerticala Keamatan Tukdana Kabupaten Indramayu pada Senin sore (04/10/2021).
Dalam bentrokan itu, dikabarkan dua orang petani penggarap lahan PG. Jatitujuh meninggal dunia akibat sabetan senjata tajam.
Baca Juga: Jelang HUT TNI Ke-76, Kodam XVII/Cenderawasih Ziarah di TMP Kusuma Trikora
Meski mereka sempat langsung dilarikan ke Rumah Sakit Kabupaten Majalengka untuk ditangani oleh tim medis, namun nyawa mereka tak tertolong
Sebelumnya, bentrokan juga terjadi pada beberapa hari lalu antara petani penggarap dan sekelompok massa yang diduga dari F-KAMIS. Pada bentrokan kala itu, diketahui dua orang petani mengalami luka akibat dibacok oleh sekelompok massa yang mengenakan cadar.
Polisi dari jajaran Polres Indramayu serta personil Kodim 0616 Indramayu langsung diterjunkan untuk meredam aksi kedua massa tersebut.
Baca Juga: Ikut Prihatin Abrasi di Pesisir Jawa, Akademisi Undip Dukung Program Mageri Segoro Polda Jateng
Petugas Kepolisian Resort Indramayu sudah mengamankan sejumlah tersangka dari kelompok massa dari F-KAMIS yang sudah melakukan tindakan penganiayaan terhadap korban.
Sejumlah massa yang berhasil diamankan ke Mapolres Indramayu itu, akan dimintai keterangannya terkait kasus tawuran tersebut.
Selain itu petugas juga akan memanggil sejumlah petani penggarap untuk dimintai keterangannya.***
Artikel Terkait
Jajaran Polres Indramayu Ringkus 9 Tersangka dan Sita Ratusan Ribu Tablet Narkoba, Ganja Serta Sabu
Hati-hati Pencurian Modus Tukang Pijat, Nenek 72 Tahun di Indramayu Jadi Korban
Pasca Penangkapan Kadis dan Kabid oleh Kejati, Pejabat DPKPP Indramayu Menghilang