"Intinya Bapak Budianto ini meninggal dalam situasi ketidakberdayaan keyakinan yang tidak lazim, namun hasil tidak seperti yang diharapkan. Serta tidak ada sumber daya finansial dan sosial yang memungkinkan untuk diakses," tuturnya.
Sementara untuk anak dari pasangan Rudyanto dan Renny, Dian memiliki kepribadian tertentu yang sangat kuat, yang kerap menekan emosi negatif yang muncul. Dian juga sulit dalam mengambil keputusan dan memiliki ketergantungan yang tinggi, terutama kepada ibunya.
“Ibu Dian ini bukan seorang yang mampu mengambil keputusan dengan cepat. Ini dipengaruhi oleh pola asuh yang membuatnya memiliki ketergantungan luar biasa terhadap orang-orang di sekitarnya. Ini yang kemudian membuatnya kurang mampu mencari solusi di dalam situasi ketidakberdayaan,” ucap Reni.
Dijelaskannya, Dian merasa tidak berdaya setelah ditinggal ketiga anggota keluarga yang dicintainya, yang nampaknya juga terdapat masalah fisik dan psikologis. Namun, dia masih ada keinginan untuk hidup.
Baca Juga: Kroasia Dua Kali Singkirkan Lawan Melalui Adu Penalti. Ternyata Ini Rahasianya!
"Situasi ini melampaui kesanggupan Ibu Dian, untuk merespon secara adaptif,” sebutnya.Lebih lanjut, Dian tidak memiliki sumber daya yang memadai baik dalam diri sendiri maupun dukungan sosial dari luar untuk menghadapi situasi kehilangan yang sangat intens.
“Tapi masih kelihatan bahwa dia berusaha untuk melakukan perawatan. Artinya ada pembelian makanan, dari bon-bon, nota-nota belanjanya yang masih dia lakukan. Dan tadi juga dinyatakan (kedokteran forensik) ada feses yang masih tersisa,” kata Reni.
“Di samping itu juga rumah itu masih dipersiapkan dengan baik dan terlihat cara tidur dia itu berupaya untuk dapat posisi yang nyaman di dekat ibunya,” imbuhnya.
Baca Juga: Resep Kue Natal Christmas Matcha Cookies
Dia menambahkan, kondisi ini menunjukkan Dian bukan ingin mati seperti bunuh diri dan karena pihak lain. "(Dia) bukan karena kecelakaan, tetapi karena kematian yang wajar,” ujarnya.***