"Ada dua korban lain jenis kelamin laki-laki dalam peristiwa ini dan mereka sehat bisa melanjutkan pembelajaran. Kami sementara ini fokus terhadap forensik korban AM, selebihnya akan disampaikan oleh Kapolres Ponorogo," katanya.
Baca Juga: Kepsek ini sukses memimpin 2 SD di Mranggen, Demak. Simak kiatnya dalam mengelola sekolah
Sedang Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahono Wibowo via instagram polres_ponorogo menyatakan, polisi telah menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya satu unit becak yang digunakan untuk mengangkut korban AM, potongan kayu, air minum dan minyak angin.
Kapolres Ponorogo mengungkapkan, telah dilakukan prarekonstruksi sekitar 50 adegan yang berakhir di IGD rumah sakit.
"Prarekonstruksi itu bisa menggambarkan awal hingga ending kejadian itu," ungkap
Kapolres Ponorogo. Mengenai penyebab kematian AM, akan diungkapkan saksi ahli, bukan porsi Polres Ponorogo untuk menjelaskannya. Polres Ponorogo juga telah menyita barang bukti di TKP penganiayaan santri tersebut.***