hukrim

Pukul Yunior Hingga Tewas, 5 Mahasiswa Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Ditahan di Polrestabes Semarang

Sabtu, 11 September 2021 | 18:56 WIB
Lima tersangka tindak kekerasan berupa pemukulan yang menewaskan Zidan Muhamad Faza, mahasiswa Politeknik Ilmu Perkapalan (PIP) Semarang ditahan di Mapolrestabes Semarang. Mereka semuanya adalah mahasiswa senior yang telah menanti kelulusan/wisuda. (pic. agus hermanto)

TITIKTEMU.CO Semarang – Tewasnya  Zidan Muhamad Faza mahasiswa Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang asal Jepara, Jawa Tengah, secara tidak wajar diungkap petugas Polrestabes Semarang.

Pada Selasa (7/9) lalu korban dilaporkan merenggang nyawa akibat ditendang seorang mahasiswa seniornya setelah terlibat serempetan kendaraan bermotor di Jalan Tegalsari Semarang.

Meski awalnya sempat menahan seorang mahasiswa Caesar Ricardo, yang mengaku sebagai tersangka tunggal pelaku penganiayaan, petugas Satreskrim Polrestabes Semarang tetap melakukan pendalaman penyelidikan,

Hasil pengembangan pemeriksaan rupanya didapat fakta  berbeda terkait tewasnya Zidan.

Baca Juga: Pengungkapan Kasus Kejahatan Menonjol di Semarang Selalu Jadi Perhatian Publik

Kapolrestabes Semaranng Kombes Pol Irwan Anwar, saat konferensi pers ungkap kasus Jumat (10/9) mengungkapkan, pengakuan tersangka Caesar sebagai pelaku tunggal penganiayaan, hanya rekaan yang tak sesuai dengan fakta.

"Almarhum tewas bukan karena dihajar gara-gara serempetanmotor, tetapi didapat bukti dan keterangan dia dipukul lima mahasiswa seniornya, yang kini ditetapkan sebagai tersangka,” paparnya.

Lima  mahasiswa pelaku pemukulan, masing-masing  Aris Riyanto,  Andre Arisprilla, Albert Jonatan, Budi Darmawan  dan Caesar Ricardo telah ditahan.

Baca Juga: Besok, Kapolrestabes Semarang Pimpin Sertijab Sejumlah Kasat dan Kapolsek

Pemukulan dilakukan saat berlangsung kegiatan mahasiswa yang disebut tradisi Talka atau tata laksana angkatan laut dan kepelabuhan di mess Indoraya di Kawasan Genuk Karanglo Semarang Selatan.

Ada 15 mahasiswa yunior yang mendapat tindakan pemukulan oleh seniornya, namun saat korban Zidan mendapat pukulan di bagian ulu hati, dia terjatuh tak sadarkan diri dan nyawanya tak bisa diselamatkan.

Irwan Anwar menambahkan sejak awal penyidik menemukan sejumlah kejanggalan dalam kasus tewasnya Zidan.

Hal janggal itu antara lain di lokasi jalan yang disebut terjadi serempetan dan pemukulan ternyata tak ada satupun saksi.

Di sisi lain  saat korban dibawa ke Rumah Sakit Roemani Semarang dalam keadaan tak bernyawa ada banyak mahasiswa senior sebagaimana rekaman cctv. ***

Tags

Terkini