hukrim

Viral! Finalis Puteri Indonesia Riau Diduga Buka Klinik Ilegal, Pasien Alami Cacat Permanen

Kamis, 30 April 2026 | 17:00 WIB
Foto ilustrasi kasus viral finalis puteri Indonesia buka buka klinik ilegal, korban alami cacat permanen. (Pinterest @rachquel_richard)

TITIKTEMU.CO-Publik dikejutkan dengan terungkapnya kasus praktik kecantikan ilegal yang melibatkan seorang finalis Puteri Indonesia 2024 asal Riau berinisial JRF.

Setelah ia diduga membuka klinik estetika dengan mengaku sebagai dokter meski tidak memiliki latar belakang pendidikan medis dan akhirnya menyebabkan sejumlah pasien mengalami kerusakan wajah hingga cacat permanen.

Kasus ini langsung menjadi sorotan karena pelaku dikenal sebagai figur publik dan memiliki citra glamor di media sosial, namun di balik itu diduga menjalankan praktik berisiko tinggi tanpa kompetensi resmi sebagaimana standar tenaga medis profesional.

Aparat kepolisian menyebut tersangka menjalankan usaha kecantikan dengan modal sertifikat pelatihan yang diperoleh pada tahun 2019, meski pelatihan tersebut sebenarnya diperuntukkan bagi kalangan medis yang memiliki dasar pendidikan kesehatan.

Baca Juga: Viral! Jeni Rahmadial Fitri Finalis Putri Indonesia Riau Diduga Praktik Dokter Kecantikan Gadungan di PT Arauna Beauty Clinic

Fakta bahwa pelaku bisa mengikuti pelatihan tersebut diduga karena bantuan orang dalam menambah perhatian publik terhadap lemahnya pengawasan di sektor jasa kecantikan yang terus berkembang pesat.

Bermula dari Sertifikat, Berujung Klinik Sendiri

Berbekal sertifikat pelatihan dan akses yang dimiliki, JRF kemudian membuka tempat praktik bernama Arauna Beauty di kawasan Jalan Tengku Bey, Pekanbaru, dan menawarkan berbagai layanan kecantikan seperti tindakan estetika wajah yang biasanya hanya boleh dilakukan tenaga profesional berizin.

Dengan promosi aktif melalui media sosial, klinik tersebut berhasil menarik minat banyak pelanggan yang ingin mendapatkan perawatan cepat dengan hasil instan, apalagi sosok pemiliknya dikenal publik sehingga menambah rasa percaya calon pasien.

Baca Juga: Skill Keuangan yang Paling Dicari Perusahaan di 2026, Sudah Punya Belum?

Fenomena ini menunjukkan bagaimana citra populer dan branding digital sering kali lebih dipercaya dibanding verifikasi legalitas, padahal tindakan medis di bidang kecantikan menyangkut keselamatan tubuh dan kesehatan jangka panjang.

Di era media sosial, tampilan meyakinkan kadang lebih kuat daripada fakta, dan kasus ini menjadi contoh nyata betapa berbahayanya kondisi tersebut.

Bayar Mahal, Korban Justru Menderita

Menurut kepolisian, beberapa pasien membayar biaya tindakan hingga belasan juta rupiah untuk satu prosedur, bahkan salah satu korban disebut mengeluarkan dana sekitar Rp16 juta dengan harapan mendapatkan hasil wajah yang lebih baik dan penampilan lebih percaya diri.

Halaman:

Tags

Terkini