Mereka ingin keadilan ditegakkan sesuai aturan yang berlaku.
Seala menyebut bahwa Polres Metro Jakarta Selatan tetap memproses kasus ini sesuai prosedur.
“Penanganan hukum tetap berjalan. Ini sudah menjadi perhatian pimpinan Polri,” tegasnya.
Terkait kapan Alvaro akan dimakamkan, pihak keluarga masih menunggu perkembangan lebih lanjut. Proses identifikasi melalui tes DNA juga masih berlangsung.
Baca Juga: Jejak Digital yang Membuka Luka: Motif Kelam Ayah Tiri di Balik Hilangnya Alvaro
Kronologi Hilangnya Alvaro: Berawal dari Jemputan di Masjid
Alvaro dilaporkan hilang pada Maret 2025 setelah dijemput seseorang di masjid.
Pihak kepolisian kemudian mengarahkan penyidikan kepada ayah tirinya, Alex, yang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka penculikan dan pembunuhan.
Motifnya memilukan — Alex diduga menyimpan kemarahan mendalam terhadap istrinya yang bekerja di luar negeri.
Ia meyakini adanya perselingkuhan dan meluapkan amarah itu kepada anak tirinya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menuturkan bahwa rekam jejak digital dari ponsel pelaku sangat berperan dalam mengungkap kasus ini.
Dalam percakapannya dengan istri, pelaku berkali-kali menulis kalimat bernada dendam.
“Dalam pesannya, tersangka menulis ‘gimana caranya gue balas dendam’.
Kalimat itu muncul berulang kali,” ujar Budi dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan pada Senin, 24 November 2025.
Kasus Alvaro Kiano Nugroho menjadi pengingat pahit bahwa kekerasan terhadap anak masih menjadi persoalan nyata yang perlu mendapat perhatian serius.