Penyidik menemukan bahwa FA mempersiapkan aksinya dengan matang. Ia membeli Pertalite, menyimpannya dalam botol, lalu menyiramkan ke beberapa bagian rumah, termasuk kamar tidur.
Sisanya ia lemparkan ke kasur untuk memperbesar api.
Selain itu, pelaku membawa obeng untuk mencongkel pintu kamar yang terkunci.
“Obeng yang digunakan sudah dipersiapkan sebelumnya. Begitu masuk, pelaku langsung menuju lemari pakaian milik istri korban,” jelas Calvijn.
Baca Juga: Status Awas Belum Dicabut, Gunung Semeru Masih Keluarkan Erupsi dan Berpotensi Picu Lahar Dingin
Motif Masih Didalami Polisi
Walaupun konstruksi tindakan kriminal sudah terungkap, penyidik masih mendalami motif utama pelaku. Polisi menilai ada potensi faktor lain yang melatarbelakangi tindakan pembakaran yang terencana tersebut.
Kasus ini menarik perhatian publik karena korbannya adalah aparat penegak hukum, sekaligus menunjukkan bagaimana pengetahuan internal mantan pekerja dapat membuka peluang kejahatan serius.***