TITIKTEMU.CO-Mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mengaku terkejut saat menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Kamis (13/3/2025).
Ia mengungkapkan bahwa banyak informasi baru terkait dugaan penyimpangan di Pertamina yang justru baru ia ketahui selama pemeriksaan.
"Saya juga kaget-kaget juga dikasih tahu penelitian ini ada fraud apa, ada penyimpangan, transfer seperti apa, dia jelasin," ujar Ahok kepada awak media setelah pemeriksaan.
Baca Juga: Ahok Diperiksa dalam Skandal Pertamina, Eks Komut BUMN Itu Siap Bantu Kejaksaan
Sebagai Komisaris Utama, Ahok menegaskan bahwa tugas utamanya hanya mengawasi kinerja perusahaan berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP), yang fokusnya pada keuntungan dan kerugian.
Ahok: "Kami Hanya Mengawasi RKAP, Tidak Sampai Operasional"
Ahok menegaskan bahwa selama ia menjabat, kinerja Pertamina selalu dalam kondisi baik.
Baca Juga: KAI Kirim 22 Kereta ke Sumatera untuk Dukung Transportasi Lebaran
Oleh karena itu, ia tidak mengetahui jika ada indikasi penyimpangan di level operasional, terutama di anak perusahaan Pertamina.
"Kebetulan kinerja Pertamina bagus terus selama saya di sana. Jadi kita enggak tahu tuh, ternyata di bawah ada apa kita enggak tahu," lanjutnya.
Ahok diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak, yang berlangsung selama 10 jam, sejak pukul 08.36 WIB hingga 18.31 WIB.
Daftar Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Pertamina
Kejagung telah menetapkan sembilan tersangka dalam kasus ini, terdiri dari enam petinggi anak usaha Pertamina dan tiga broker.