Penemuan Mayat Wanita Dalam Drum di Kali Cisadane: Polisi Temukan Bekas Kekerasan

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Selasa, 29 Juli 2025 | 14:40 WIB
Penemuan mayat perempuan yang tersimpan dalam drum di aliran Kali Cisadane, Tangerang, menggegerkan publik.   Polisi menyebut jasad tersebut diduga merupakan perempuan berusia sekitar 25 hingga 30 tahun dan ditemukan dalam kondisi sudah rusak parah.  Kapolres Tangerang Kota Kombes Pol. Raden Jauhari (Unsplash/Joss Broward)
Penemuan mayat perempuan yang tersimpan dalam drum di aliran Kali Cisadane, Tangerang, menggegerkan publik. Polisi menyebut jasad tersebut diduga merupakan perempuan berusia sekitar 25 hingga 30 tahun dan ditemukan dalam kondisi sudah rusak parah. Kapolres Tangerang Kota Kombes Pol. Raden Jauhari (Unsplash/Joss Broward)

TITIKTEMU.CO - Warga Tangerang digemparkan oleh penemuan jasad seorang wanita yang disimpan di dalam drum dan mengapung di aliran Kali Cisadane.

Temuan mengejutkan ini langsung menjadi sorotan publik karena kondisi tubuh korban yang sudah rusak parah saat ditemukan.

Korban Diduga Perempuan Berusia 25–30 Tahun

Kepolisian menyampaikan bahwa jenazah yang ditemukan diduga merupakan seorang perempuan muda, berusia antara 25 hingga 30 tahun.

Baca Juga: Cara Cek PIP 2025 Lewat Aplikasi SIPINTAR dan Website Resmi, Cukup Pakai HP

Meski identitas pastinya belum diumumkan, pihak berwenang telah melakukan berbagai upaya untuk mengetahui siapa korban sebenarnya.

Ditemukan Tanda-Tanda Kekerasan di Tubuh Korban

Kapolres Tangerang Kota, Kombes Pol. Raden Jauhari, mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya bekas kekerasan fisik pada tubuh wanita tersebut.

Hal ini memperkuat dugaan bahwa korban tewas akibat tindakan kriminal.

“Dari tubuh korban ditemukan tanda-tanda kekerasan,” ungkapnya, Senin, 28 Juli 2025.

Baca Juga: Khusus untuk Pasar Indonesia, VinFast Luncurkan Mobil Listrik Setir Kanan di GIIAS 2025

Upaya Identifikasi Lewat Forensik dan Data Keluarga

Pihak kepolisian kini tengah memaksimalkan proses identifikasi melalui berbagai metode ilmiah, termasuk analisis sidik jari, face recognition (pengenalan wajah), hingga pengambilan sampel DNA.

“Alhamdulillah, dari hasil awal ada dugaan identitas, tapi kita masih lakukan pencocokan lebih lanjut,” jelas Kombes Jauhari.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: polri.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X