historia

Dendam Lama dan Tahta Singkat Amangkurat III

Rabu, 18 Agustus 2021 | 10:00 WIB
Amangkurat III (Wikipedia)

Ketika Mas Rahmat kembali ke kubu ayahnya, pasukan Tronojoyo sudah keburu menggempur Plered. Amangkurat I melarikan diri ke Tegal, namun meninggal dalam perjalanan pada 13 Juli 1677.

Babad Tanah Jawi menulis Mas Rahmat membubuhkan racun pada minuman ayahnya. Sang Putra sulung itu kemudian menobatkan dirinya sebagai raja dengan gelar Amangkurat II, mengabaikan status Pangeran Puger yang putra mahkota. Ia kemudian memindahkan keraton ke Kartasura karena Keraton Plered hancur.

Meski kemudian Pangeran Puger menerima tahtanya lepas, namun sejak itu hubungannya dengan Sang Raja tidak pernah benar-benar akur. Amangkurat II sebenarnya mencoba memperbaiki hubungan dengan adiknya, salah satunya menikahkan anaknya, Raden Mas Sutikna, dengan putri Pangeran Puger, raden Ayu Lembah.

Toh, api dalam sekam itu masih terpelihara dengan baik. Tahta yang terlepas diam-diam memupuk dendam di hati Pangeran Puger, bahkan sampai Mas Sutikna menggantikan tahta ayahnya bergelar Amangkurat III.

Eksekusi mati atas Raden Ayu Lembah oleh Amangkurat III adalah luka lama yang tersobek kembali.  Adalah Raden Suryokusumo, adik Raden Ayu Lembah, yang kemudian membantu ayahnya menghimpun pasukan untuk memberontak. Salah satunya adalah dengan meminta bantuan VOC.

Dukungan kalangan keraton dan rakyat terhadap Pangeran Puger yang menguat membuat VOC menyiapkan pasukan untuk membantu suksesi Pangeran Puger. Selain berperangai buruk, VOC menilai Amangurat III adalah raja yang keras kepala dan sulit dikendalikan.

Raja Tanpa Kuasa

Dalam buku Kuasa Ramalan: Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa 1785-1855 halaman  227 (2012), sejarawan Inggris, Peter Carey, menulis bahwa Belanda menganggap Pangeran Puger lebih cocok menjadi raja karena bisa diajak bekerja sama, dibanding keponakannya, Amangkurat III.

Meski tak cakap dan pemarah, namun Amangkurat III alias Sunan Mas dikenal sebagai raja yang anti Belanda. Ia, misalnya, tidak perlu memberitahu penobatannya sebagai raja kepada Belanda. Ia juga menolak membayar hutang ayahnya kepada kompeni. Sunan Mas bahkan menjalin hubungan baik Untung Suropati yang menjadi musuh besar Belanda.

Setelah menobatkan diri sebagai raja dengan gelar Paku Buwono I, Pangeran Puger dengan bantuan VOC pun menyerbu Keraton Kartasura pada 1705. Inilah yang kedian dikenal dengan nama De Eerste Javaansche Succesie-oorlog atau Perang Suksesi Jawa Pertama.

Serangan tiba-tiba itu membuat pasukan Amangkurat III kocar-kacir. Sang Raja sempat melarikan diri ke Ponorogo, Madiun, dan kemudian Kediri.  Di pihak lain, Untung Suropati yang diharapkan memberi bantuan justru sedang bertempur habis-habisan dengan pasukan VOC di Pasuruan pada 1706. Untung Suropati tewas dalam pertempuran itu.

Karena terus terdesak, Amangkurat III berpindah-pindah tempat sebelum akhirnya menyerah pada 1708. Dalam buku Sejarah Indonesia Modern 1200-2004 terbitan tahun 2005, sejarawan MC Ricklefs menyebut Sang Raja menyerah karena janji-janji VOC (hlm. 196). Janji palsu tentu. Karena Amangkurat III kemudian dijadikan pesakitan dan dibuang ke Sri Lanka sampai meninggal pada 1734.

Pangeran Puger yang bergelar Pakubuwana I pun memerintah Keraton Kartasura. Namun, ia harus membayar mahal sebagai kompensasi atas bantuan perang yang diberikan VOC.

Masa pemerintahannya menghadapi perjanjian baru dengan VOC, sekaligus memeuhi perjanjian lama VOC dengan Amangkurat II. Perjanjian baru berisi kewajiban Kartasura untuk melunasi biaya perang Trunajaya sebesar 4,5 juta gulden. Sedangkan perjanjian baru mewajibkan keraton untuk mengirim 13.000 ton beras setiap tahun selama 25 tahun kepada VOC.

Sunan Pakubuwana I memerintah hingga 1719. Setelah mangkat ia digantikan oleh putranya yang bergelar Amangkurat IV. Pemerintahan Amangkurat IV penuh dengan dengan pemberontakan sesama putra Pakubuwana I, seperti Pangeran Blitar, Pangeran Purbaya, dan Pangeran Dipanegara Madiun.***

Halaman:

Tags

Terkini

Arti Mimpi Ular Kuning dan Putih Apa?

Selasa, 26 Agustus 2025 | 11:35 WIB