historia

Gedung Bank Indonesia Solo Yang Pernah Dipakai PM Sutan Sjahrir di Era Kemerdekaan

Selasa, 15 Agustus 2023 | 11:00 WIB
Gedung BI Solo yang menyimpan sejarah (Pemkot Surakarta)

TITIKTEMU.CO, Bangunan berarsitektur moderen ini berdiri  di ruas Jalan Jenderal Sudirman tampak cantik. Apalagi Pemkot Surakarta sudah merenovasi trotoar di depan Kantor Perwakilan BI Solo itu  sehingga tampak lebih estetik.

Tak heran warga Solo memanfaatkan lokasi tersebut untuk foto media sosial atau  prewed (Pre Wedding). Salah satu sudut favorit mereka biasanya mengambil background tulisan ‘Bank Indonesia’ pada gedung baru, namun dengan latar Gedung Bank Indonesia lama (di sisi utara). Memang secara estetik, angel bangunan lawas itu cukup menyita perhatian anak-anak muda untuk berswafoto atau berkonten sosial media.

Bank Indonesia Kantor Perwakilan Solo, sebelumnya menempati gedung lama di sisi utara, sebelum berpindah di gedung baru yang berada di sisi selatannya.

Pada zaman kolonial Belanda, gedung lama dengan arsitektur khas Eropa tersebut merupakan kantor De Javasche Bank (DJB) Agentschap Soerakarta. Kantor DJB, digunakan pemerintah Hindia Belanda untuk mencetak dan mengedarkan uang, guna menunjang perekonomian saat itu.

Baca Juga: Melihat Bangunan Sejarah Di Solo Yang Mengandung Perjuangan

Gedung DJB yang didirikan tahun 1910 itu mempunyai peran cukup strategis menghidupkan denyut perekonomian Solo kala itu. Meski demikian bank sentral sudah ada di Solo tahun 1867.

Uniknya, Gedung Agentschap Soerakarta ini merupakan kantor DJB yang dibangun pemerintah kolonial Belanda yang bukan berada di wilayah pesisir (dekat dengan wilayah laut). Pemerintah Hindia Belanda saat itu memang lebih banyak membangun kantor cabang DJB di daerah pesisir.

Informasi yang didapat menyebutkan, pada era kemerdekaan Indonesia, Perdana Menteri Sutan Sjahrir bersama jajaran kabinetnya pernah membahas revolusi di gedung tersebut bersama Sri Susuhunan Pakubuwono XII dan Sri Mangkoenegoro VIII. Para tokoh penting Indonesia memanfaatkan Gedung Bank Indonesia yang ada di Solo itu, untuk membahas rencana-rencana strategis revolusi kemerdekaan.

Baca Juga: Melihat Stasiun Solo Kota yang Menyimpan Sejarah Penting Perkeretaapian

 Tak hanya berjasa pada perjalanan revolusi kemerdekaan, namun keberadaannya juga turut memajukan perjalanan perekonomian kala itu, karena oleh Belanda dipergunakan untuk mencetak uang. Hingga akhirnya gedung DJB tersebut dinasionalisasi pada tahun 1951 dan resmi menjadi Bank Indonesia tahun 1953.

 

Bank Indonesia secara menyeluruh memiliki 12 gedung heritage, gedung BI Solo merupakan salah satu dari keduabelas gedung itu.

 

Tags

Terkini

Arti Mimpi Ular Kuning dan Putih Apa?

Selasa, 26 Agustus 2025 | 11:35 WIB