Kini, menjelang Imlek 2026, suasana perayaan terasa begitu berbeda dibanding puluhan tahun lalu. Pusat perbelanjaan berhias lampion, dan aksi barongsai digelar terbuka.
Namun di balik gemerlap dan kemeriahan itu, esensi Imlek tetap sama, yaitu rasa syukur, harapan, dan keharmonisan.
Perayaan ini menjadi pengingat bahwa Indonesia adalah rumah bagi keberagaman budaya. Sejarah telah mengajarkan pentingnya toleransi dan penghormatan terhadap identitas budaya.
Jadi, saat malam Tahun Baru Imlek pada 16 Februari, keluarga yang berkumpul untuk makan bersama bukan sekadar tradisi turun-temurun.
Lebih dari itu adalah simbol perjalanan panjang, dari musim dingin menuju musim semi, dari pembatasan menuju kebebasan, dari masa lalu menuju harapan baru. Gong Xi Fa Cai 2026.***