“Masjid ini cikal bakal Masjid Demak,” imbuhnya.
Bangunan itu sampai saat ini masih asli dengan perbaikan minim seperti lantai. Di dalam masjid kuno terdapat empat tiang saka guru, mimbar kuno, dengan pintu ukuran pendek. Sehingga warga yang hendak masuk masjid harus menunduk.
Baca Juga: Mengulik Masjid Agung Surakarta Yang Punya Sejarah Panjang
“Pintunya kecil, kalau masuk rumah Allah harus merunduk atau hormat. Tempat imam lebih pendek (artinya) menguasai ilmu atau menep,” tambahnya. mimbar sejak dari dulu. sudah ada mimbar.
Juru pelihara masjid, Warto, mengatakan untuk merawat masjid dilakukan seperti pada umumnya, seperti menyapu dari serambi hingga halaman. Adapun untuk perawatan kayu masjid, pihaknya diberi bahan dari Dinas Purbakala Wonogiri. Bahan itu dicampur dengan air. Kayu digosok dengan air hingga bersih.