TITIKTEMU.CO, Salah satu spot yang paling kerap muncul di artikel-artikel online tentang Kota Solo adalah foto Kori Kamandungan dan Kori Brajamala Lor di lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Demikian juga ketika di suatu sore, serombongan wisatawan lokal yang mengunjungi keraton, bergegas mengambil gambar pada Kori Kamandungan dan Kori Brajamala Lor.
Kori Brajanala Lor merupakan salah satu destinasi yang paling banyak ditampilkan video dan fotonya di akun-akun sosial media dan artikel-artikel online. Mengenal Kori Brajanala cukup mengasyikan. Kori adalah sebuah pintu gerbang atau pintu masuk. Sebutan ini sangat lazim dalam masyarakat Jawa, khususnya Solo.
Kori Brajanala Lor berada di lingkungan Kampung Baluwarti kompleks Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Kori Brajanala diapit oleh Siti Inggil yang berada di sisi utaranya dan Kori Kamandungan yang berada di sisi selatannya.
Baca Juga: Ini Cerita Masjid Syuhada Yogyakarta
Bangunan ini dibangun pada masa pemerintahan Sinuwun Pakubuwono III. Kori Brajanala adalah salah satu dari empat kori yang mengelilingi keraton, yaitu kori lor (utara), kori kidul (selatan), kori wetan (timur) dan kori kulon (barat).
Kori Brajanala Lor sendiri termasuk pintu masuk yang paling sering dilalui oleh wisatawan yang ingin berwisata ke keraton. Bisa disebut sebagai akses utama menuju kompleks keraton. Setelah melalui Jalan Supit Urang, maka pengunjung bisa langsung menemui Kori Brajanala Lor.
Atap Kori Brajanala Lor berbentuk trapesium. Mirip joglo namun tanpa tiang dan ditopang dengan dinding yang menjadi satu dengan tembok. Ada dua daun pintu jati berukuran sangat besar, tinggi dan tebal.
Yang cukup menarik, bagian yang menjadi satu dengan Kori Brajanala Lor ini adalah keberadaan bangsal. Kori ini dari bagian luar diapit oleh dua bangsal, yang sering disebut Bangsal Brajanala Kiwo (kiri) dan Brajanala Tengen (kanan). Fungsi dari bangsal ini dahulu sebagai tepat berjaga perajurit keraton.
Baca Juga: Disebut Candi Tapi Bangunannya Unik Khas Eropa
Sementara pada bagian dalam juga terdapat dua bangsal yang mengapitnya, yang disebut Bangsal Wisamarta Kiwo dan Bangsal Wisamarta Tengen. Fungsi sama, yaitu digunakan sebagai tempat berjaga prajurit keraton.
Bila melihat secara detail dari sisi selatan atau dari titik Kori Kamandungan, bisa dilihat sebuah menara. Menara itu adalah menara lonceng atau biasa disebut dengan Jam Panggung. Di bagian lain, ada sebuah penanda dari kulit sapi persegi yang mengisyaratkan tahun pembangunan kori di era Pakubuwono III tahun 1708 (Tahun Jawa) atau 1782 M.
Jika Anda berkunjung ke Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, silahkan lakukan penelusuran di beberapa spot yang dianggap menarik. Hasil-hasil gambarnya pasti estetik. Ada banyak destinasi menarik yang bisa kalian kunjungi di dalam Kampung Baluwarti. Tentu semua bangunan yang bernilai sejarah tinggi itu, masing-masing memiliki cerita-cerita yang bisa dikutip.
Artikel Terkait
Tokoh di Sekitar Nasionalisasi De Javasche Bank
Solo pernah Punya Bandar Semanggi Yang Besar
Kali Pepe Pernah Punya Sejarah Untuk Solo
Disebut Candi Tapi Bangunannya Unik Khas Eropa
Ini Cerita Masjid Syuhada Yogyakarta