“Kopi ini rasanya unik. Tidak pahit, tapi cenderung manis dengan sensasi rasa buah. Ini yang harus dikenalkan ke pasar,” ujar Budi.
Budi menyebut ciri-ciri morfologis excelsa hampir sama dengan liberika, namun lebih tahan terhadap serangan hama dan tahan cuaca.
Baca Juga: Ini Alasan Mengapa Minum Kopi Hitam Sangat Dianjurkan
Batang pohon kopi excelsa dapat tumbuh setinggi 8 meter dengan cabang primer antara 3-12 cabang. Semakin banyak cabang primer, buahnya semakin banyak.
“Ada dua jenis exelsa di Banyuanyar. Satu buah merah, satunya lagi buah kuning. Yang kuning ini akan kita coba kembangkan karena ini jenis yang langka,” jelas Budi.
Karakter kopi excelsa terbilang unik, aromanya sangat tajam dengan cita rasa lembut dan kadar kafein yang lebih rendah dari kopi robusta.
Baca Juga: Kopi Lokal Papua Bersiap Go Global
Cita rasa asam buah kopi excelsa terasa kuat, beberapa penikmat kopi menyebutnya mirip aroma buah nangka, mangga, atau pisang rebus.
Di Banyuanyar, kopi excelsa bakal dikembangkan bersama pariwisata. Kelompok Tani Ngudi Utomo sedang memberdayakan diri untuk mempopulerkan kopi ini.
“Kopi excelsa akan jadi kekuatan desa di sektor pariwisata. Kami sedang menyusun program. Semoga sebelum akhir tahun sudah bisa jalan,” kata Kusworo Rahardia, konsultan pariwisata Desa Banyuanyar.***
Artikel Terkait
Hari Kopi Sedunia, Ini Citarasa Kopi Indonesia
Begini Cara Bikin Kopi Tubruk Paling Enak , Dijamin Perut Tidak Kembung
Java Preanger, Secangkir Kopi dari Jawa yang Mendunia
5 Resep Minuman Kopi Ini Cocok Dinikmati Saat Hujan, Bikin Badan Hangat dan Rileks
Mau Buka Kedai Kopi? Kenali 7 Seduhan Manual Brewing Ini
Mau Buka Kedai Kopi? Nih Daftar Nama Menu untuk Kaum Awam Kopi
Apa Saja Bahan-bahan yang Dibutuhkan Kedai Kopi? Ini Daftar Lengkap dan Harganya