Baca Juga: Yuk, belajar Tentang Kopi di Sekolah Kopi Gemawang di Temanggung
Semi Washed
Proses ini juga dikenal dengan nama giling basah, semi washed atau wet hulled. Pada proses ini kulit tanduk atau lendir pada biji kopi dibersihkan.
Selanjutnya, biji kopi disimpan di dalam karung selama 12-24 jam hingga terfermentasi. Lendir akan terkelupas dengan sendirinya.
Biji kopi kemudian dicuci lagi dan dijemur. Semi washes biasa digunakan dipakai di Sumatera (Gayo dan Mandailing).
Baca Juga: Ini Tiga Kopi Terbaik Indonesia Versi Kontes Kopi Spesialti 2021
Karakter kopi proses basah biasanya lebih bersih, rasa asam buah, dan body (kekentalan di mulut) ringan dan lembut.
Honey Process
Setelah panen, kopi dikupas tanpa pakai air. Nah, biji kopi yang masih berlendir ini langsung dijemur.
Disebut honey karena lendir atau mucilage yang lengket pada biji kopi selama penjemuran akan beraroma seperti manisan atau madu.
Baca Juga: Aroma khas Kopi Perbatasan Selatan Papua pun Mulai Mendunia
Lendir yang masih menempel akan meresap ke dalam biji kopi selama proses pengeringan. Ada tingkatan, yaitu yellow honey, red honey, dan black Honey tergantung ketebalan lendir.
Penjemuran untuk proses honey biasanya sampai 1 bulan. Hasil proses ini kopi akan berkarakter fruity,memiliki body agak ringan, tingkat keasaman rendah, dan manis.
Natural Proses (Dry)
Proses natural merupakan metode penanganan pasca panen kopi paling tua. Dalam proses ini sama sekali tidak menggunakan dan air.