Bagi pekerja komuter tradisional, perjalanan pulang dari kantor berfungsi sebagai ritual psikologis untuk memutus hubungan dengan pekerjaan.
Baca Juga: Self-Care Viral TikTok vs Self-Care Nyata: Kenapa Kamu Tetap Lelah Meski Sudah Me Time?
Bagi pelaku kerja jarak jauh, ritual transisi tersebut hilang sepenuhnya karena tidak ada jarak fisik yang memisahkan kedua dunia tersebut.
Dampaknya, tubuh tetap berada dalam mode siaga penuh selama 24 jam, siap merespons surel masuk meskipun jam kerja telah usai.
Rasa lelah yang menumpuk ini diperparah oleh tekanan visual dari tumpukan barang rumah tangga dan berkas kerja yang bercampur baur di satu meja.
Baca Juga: Self-Care Viral TikTok vs Self-Care Nyata: Kenapa Kamu Tetap Lelah Meski Sudah Me Time?
Langkah awal untuk mengatasi Borderland Burnout adalah dengan sengaja menciptakan batas buatan di dalam hunian yang sempit.
Anda bisa menerapkan aturan ketat untuk selalu menutup laptop dan menyimpannya di dalam laci setelah jam kerja berakhir.
Gunakan pembatas visual sederhana seperti kain penutup atau tanaman hias untuk menyembunyikan area kerja dari pandangan mata saat Anda bersiap tidur.
Baca Juga: Kamu Bukan Malas, Kamu Cuma Lelah: Mengapa Gila Kerja Sebenarnya Adalah Alarm Trauma Pikiran
Selain itu, lakukan "perjalanan palsu" dengan berjalan kaki ke luar rumah selama 10 menit sebelum dan sesudah jam kerja dimulai.
Langkah sederhana ini efektif untuk menipu otak agar memahami kapan waktu bekerja dimulai dan kapan waktu istirahat tiba.
Ingatlah bahwa rasa lelah yang Anda rasakan saat ini sangat valid dan nyata, meskipun belum ada istilah medis yang mencatatnya.
Jangan biarkan ruang paling personal di hidup Anda direbut sepenuhnya oleh tuntutan pekerjaan yang tidak akan pernah ada habisnya.
Mulailah mengambil kendali atas batas wilayah Anda sendiri demi menjaga kesehatan mental dan produktivitas yang sehat di masa depan.***