Ketiga, ganti scrolling dengan aktivitas transisi singkat. Jalan sebentar, minum air, tarik napas, lihat langit, atau bicara dengan orang sekitar. Otak butuh jeda nyata, bukan hanya pergantian konten.
Keempat, kurasi akun yang kamu ikuti. Jika feed penuh hal yang memicu marah dan iri, wajar jika pikiran ikut kacau.
Pilih konten yang memberi nilai, bukan hanya memancing reaksi.
Doomscrolling bukan tanda kamu lemah. Itu tanda teknologi sangat pandai merebut perhatian.
Karena itu, kemenangan kecil hari ini mungkin bukan produktivitas besar, tetapi keberanian menutup aplikasi sebelum otakmu diambil lagi.***