TITIKTEMU.CO - Pernah berniat membuka media sosial lima menit, lalu sadar satu jam sudah lewat? Kamu bukan malas, bukan lemah, dan bukan tidak punya disiplin.
Ada sistem yang memang dirancang agar kamu terus menggulir layar tanpa sadar. Inilah yang disebut doomscrolling.
Doomscrolling adalah kebiasaan terus membaca konten, berita, drama, atau hal negatif secara berulang di media sosial.
Meski membuat lelah, cemas, bahkan stres, banyak orang tetap sulit berhenti. Fenomena ini bukan kebetulan.
Secara desain, platform digital memang dibuat agar perhatianmu bertahan selama mungkin.
Salah satu senjata utamanya adalah infinite scroll. Saat kamu menggulir ke bawah, konten baru terus muncul tanpa titik akhir.
Tidak ada halaman terakhir. Tidak ada sinyal alami untuk berhenti. Berbeda dengan buku atau koran yang punya batas jelas, feed digital terasa tak ada ujungnya.
Baca Juga: Belajar Investasi dari TikTok? Ini Risiko yang Jarang Disadari Gen Z
Otak manusia sangat mudah terjebak dalam sistem seperti ini. Kita suka rasa penasaran. Kita ingin tahu apa postingan berikutnya, berita terbaru, komentar paling panas, atau video yang lebih menarik.
Setiap swipe terasa seperti menarik tuas mesin hadiah.
Kadang biasa saja, kadang mengejutkan. Itulah yang membuat kita terus mencoba lagi.
Secara psikologis, ini mirip mekanisme reward tak terduga.
Saat hadiah datang acak, otak justru makin penasaran.
Sesekali muncul konten lucu, berita penting, atau sesuatu yang memicu emosi.