gaya-hidup

Orang Tua Gen Alpha Wajib Tahu: Saat Anak Butuh Terapis, Bukan Ceramah

Kamis, 30 April 2026 | 21:17 WIB
Ilustrasi Anak stres atau cemas? Kenali saat anak butuh terapis (Desain AI )

TITIKTEMU.CO - Menjadi orang tua di era Gen Alpha tidak sama seperti zaman dulu. Anak-anak sekarang tumbuh di tengah dunia digital, tekanan sosial yang cepat, tuntutan akademik tinggi, dan banjir informasi setiap hari.

Karena itu, masalah emosi anak kini sering lebih kompleks dari sekadar “kurang disiplin” atau “terlalu manja”.

Banyak orang tua masih percaya semua masalah anak bisa selesai dengan nasihat panjang, ceramah keras, atau perintah sederhana.

Padahal ada momen ketika anak justru tidak butuh dimarahi. Mereka butuh dipahami. Bahkan dalam beberapa kondisi, mereka butuh bantuan profesional.

Baca Juga: Skill Keuangan yang Paling Dicari Perusahaan di 2026, Sudah Punya Belum?

Saat ini permintaan terhadap terapis anak meningkat. Salah satu penyebabnya adalah makin banyak diagnosis ADHD, kecemasan, depresi, dan tantangan perilaku pada anak maupun remaja.

Ini bukan berarti generasi sekarang lebih lemah, tetapi karena kesadaran mental health mulai meningkat dan gejala lebih cepat dikenali.

Anak sering tidak bisa menjelaskan isi kepalanya seperti orang dewasa. Mereka jarang berkata, “Aku sedang cemas” atau “Aku merasa depresi”.

Yang muncul justru tantrum, marah berlebihan, menarik diri, sulit fokus, nilai turun, susah tidur, atau sering sakit tanpa sebab jelas.

Baca Juga: Baru 13 Hari Tayang, Film Ghost in the Cell Tembus 2 Juta Penonton dan Jadi Fenomena Baru di Bioskop Indonesia

Di titik inilah banyak orang tua salah paham.

Perilaku dianggap nakal, padahal bisa jadi itu sinyal minta tolong.

Anak yang terus dimarahi justru belajar menyembunyikan perasaan, bukan menyelesaikan masalahnya.

Terapis bukan tanda kegagalan orang tua.

Halaman:

Tags

Terkini

Lirik Yalal Waton Latin, Arab, Arti, dan Penciptanya

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:24 WIB