Kenapa Standar "Sukses Umur 25" Itu Racun Buat Kesehatan Mental dan Dompet Gen Z?

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Rabu, 29 Juli 2026 | 21:11 WIB

Baca Juga: 8 Film Marvel yang Sebaiknya Ditonton Sebelum Spider-Man: Brand New Day, Nomor 6 Wajib Banget

Ada yang mengambil cicilan di luar kemampuan, membeli barang mewah menggunakan paylater, atau menghabiskan tabungan demi mengikuti tren. Semua dilakukan agar tidak merasa tertinggal dari lingkungan.

Ironisnya, keputusan-keputusan impulsif tersebut justru memperburuk kondisi keuangan. Bukannya semakin dekat dengan kebebasan finansial, mereka malah terjebak dalam beban cicilan yang berkepanjangan.

Definisi Sukses Sudah Saatnya Diubah

Tidak semua orang memulai hidup dari garis start yang sama. Ada yang memperoleh dukungan finansial keluarga, ada pula yang harus membantu ekonomi rumah tangga sejak usia muda.

Baca Juga: KPK OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Kasus Apa yang Membawanya ke Gedung Merah Putih?

Karena itu, membandingkan pencapaian berdasarkan umur sering kali tidak adil. Kesuksesan bukan perlombaan dengan garis finis yang sama untuk semua orang.

Bagi sebagian orang, sukses berarti memiliki bisnis sendiri. Bagi yang lain, sukses bisa berarti memiliki dana darurat, kesehatan mental yang lebih baik, atau pekerjaan yang membuat hidup lebih tenang.

Fokus pada Progres, Bukan Perlombaan

Daripada mengejar target yang dibuat orang lain, akan lebih sehat jika mulai mengukur kemajuan diri sendiri. Bandingkan dirimu hari ini dengan dirimu setahun lalu, bukan dengan unggahan teman di media sosial.

Mulailah dari langkah-langkah kecil, seperti menambah keterampilan, membangun kebiasaan menabung, memperluas jaringan profesional, atau menjaga kesehatan mental. Perubahan sederhana yang dilakukan secara konsisten sering kali menghasilkan dampak yang jauh lebih besar dibanding mengejar pencapaian instan.

Pada akhirnya, standar sukses umur 25 hanyalah konstruksi sosial yang tidak selalu sesuai dengan kondisi nyata. Di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah, memberi ruang bagi diri sendiri untuk bertumbuh sesuai ritme masing-masing bukanlah tanda kegagalan. Justru itulah fondasi kesuksesan yang lebih sehat, baik untuk pikiran maupun kondisi keuangan.***

 

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Leihana

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Lirik Yalal Waton Latin, Arab, Arti, dan Penciptanya

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:24 WIB
X