​'Third Place' Sudah Punah di Jakarta? Kenapa Kita Kehilangan Ruang untuk Sekadar Ada

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Kamis, 28 Mei 2026 | 10:37 WIB
Ilustrasi Jakarta kehilangan 'third place' menurut Ray Oldenburg? (Desain AI)
Ilustrasi Jakarta kehilangan 'third place' menurut Ray Oldenburg? (Desain AI)

​Kita kehilangan ruang publik yang inklusif di mana semua kelas sosial bisa membaur.

​Taman kota yang ada sering kali terlalu jauh atau kurang terawat dengan baik.

​Trotoar yang nyaman masih menjadi barang langka yang hanya ada di protokol utama.

Baca Juga: Lelah saat mau santai? Kenali leisure anxiety, paradoks me time yang malah bikin stres para wanita.

​Kondisi tata kota seperti ini perlahan mengisolasi kita secara psikologis dan sosial.

​Masyarakat urban menjadi lebih rentan terkena stres kesepian akut dan kelelahan mental.

​Padahal manusia urban butuh ruang pelepasan yang tidak menuntut transaksi finansial apa pun.

Baca Juga: Tren Smart Home 2026: Investasi Hemat Energi atau Sekadar Pemborosan Gaya Hidup?

​Kita rindu tempat di mana kita bisa mengobrol santai dengan orang asing.

​Kafe-kafe estetik saat ini justru lebih sering dipenuhi orang yang sibuk bekerja mandiri.

​Laptop terbuka dan telinga tertutup penyumbat suara menjadi pemandangan yang sangat lumrah.

​Fenomena ini adalah bentuk pelarian dari ketiadaan ruang publik sejati di kota.

Baca Juga: Tren Frugal Living Menjamur, Mengapa Banyak Kafe dan Brand Fesyen Mulai Putar Otak?

​Jakarta sangat membutuhkan lebih banyak alun-alun gratis perpustakaan modern dan taman komunitas.

​Membangun kota bukan hanya soal mendirikan gedung pencakar langit yang megah menembus awan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Leihana

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Lirik Yalal Waton Latin, Arab, Arti, dan Penciptanya

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:24 WIB
X