94 Persen Gen Z Punya Masalah Mental Tiap Bulan, Tapi Justru Paling Berani Bicara

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Kamis, 30 April 2026 | 20:59 WIB
Ilustrasi Gen Z paling sering alami masalah mental (Desain AI )
Ilustrasi Gen Z paling sering alami masalah mental (Desain AI )

TITIKTEMU.CO - Banyak orang menilai Gen Z terlalu sensitif. Sedikit stres dianggap drama, curhat dianggap lemah, dan membahas kesehatan mental sering dicap berlebihan. Namun di balik stereotip itu, ada fakta penting yang tidak bisa diabaikan.

Banyak Gen Z memang mengalami tekanan mental secara rutin, tetapi mereka juga menjadi generasi yang paling berani membicarakannya.

Inilah paradoks yang menarik. Di satu sisi, tingkat kecemasan, burnout, kesepian, dan tekanan emosional pada Gen Z cukup tinggi.

Di sisi lain, generasi ini jauh lebih terbuka untuk mengakui bahwa mereka sedang tidak baik-baik saja. Sesuatu yang dulu sering disembunyikan, kini mulai dibicarakan dengan jujur.

Mengapa ini bisa terjadi? Salah satu alasannya adalah Gen Z tumbuh di masa penuh tekanan baru.

Mereka besar di era internet, media sosial, kompetisi digital, krisis ekonomi, perubahan cepat dunia kerja, dan ketidakpastian masa depan. Sejak remaja, banyak yang sudah merasa harus sukses lebih cepat dari generasi sebelumnya.

Baca Juga: Noel Ebenezer Ancam Gugat KPK Rp 300 Triliun, Publik Soroti Babak Baru Kasus K3

Setiap hari mereka melihat pencapaian orang lain di layar. Teman sebaya sudah punya bisnis, tubuh ideal, pasangan romantis, atau karier menarik.

Perbandingan sosial terjadi tanpa henti. Bahkan saat sedang istirahat, pikiran tetap bekerja membandingkan hidup sendiri dengan hidup orang lain.

Selain itu, banyak Gen Z melewati masa penting hidup saat pandemi. Sekolah terganggu, pertemanan berubah, pengalaman sosial tertunda, dan rasa aman terguncang.

Dampaknya tidak hilang begitu saja setelah dunia kembali normal.

Namun ada sisi positif yang membuat generasi ini berbeda. Gen Z tumbuh dengan akses informasi lebih luas tentang psikologi, trauma, kecemasan, ADHD, depresi, dan self-awareness.

Mereka belajar bahwa merasa terpuruk bukan aib. Mereka tahu meminta bantuan bukan tanda gagal.

Karena itu, ketika generasi lama memilih diam dan menahan beban sendiri, Gen Z lebih cenderung berkata jujur.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Lirik Yalal Waton Latin, Arab, Arti, dan Penciptanya

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:24 WIB
X