Beberapa tanaman yang mudah ditanam di kota antara lain cabai, tomat, kangkung, bayam, selada, daun bawang. Jika ruang terbatas, gunakan pot, polybag, atau sistem vertikal.
Teknik ini memungkinkan Anda menanam banyak tanaman di ruang sempit. Selain hemat, sayuran hasil tanam sendiri juga lebih segar dan sehat.
2. Membuat Kompos dari Sampah Dapur
Kompos adalah kunci penting dalam urban homesteading. Kita bisa memanfaatkan limbah dapur seperti kulit buah, ampas kopi, kulit telur, taupun sisa sayuran.
Semua bahan ini bisa diubah menjadi pupuk alami yang sangat baik untuk tanaman. Selain mengurangi sampah rumah tangga, kompos juga menghemat biaya pupuk.
Baca Juga: Slow Living di Jogja: Menikmati Hidup Melambat, Tapi Tidak Murah
3. Mengubah Halaman Rumah Menjadi Kebun Pangan
Banyak orang menanam tanaman hias, tapi dalam homesteading tanamlah tanaman yang bisa dikonsumsi, seperti pohon jeruk, cabai, kemangi, tomat, dan bayam.
Tanaman ini tetap indah dipandang, tapi juga bermanfaat sebagai sumber makanan. Konsep ini dikenal sebagai edible landscaping, yaitu menggabungkan estetika dan fungsi.
4. Memelihara Ayam
Jika lingkungan memungkinkan, memelihara ayam bisa menjadi langkah besar dalam homesteading. Ayam memberikan manfaat karena akan memberikan telur segar setiap hari.
Selain itu, kotoran ayam ini jug abisa dijadikan sebagai pupuk alami, sekaligus mengurangi limbah makanan. Jika tidak memungkinkan memelihara ayam, bisa pelihara burung puyuh.
Baca Juga: Slow Living di Gunungkidul Memang Menyenangkan, Syaratnya: Lupakan Gaya Necis ala Kota
5. Mengubah Dapur Menjadi Pusat Produksi Makanan
Dapur adalah jantung dari homesteading. Di tempat inilah aktivitas memasak dilakukan, termasuk menyediakan stok bahan makanan. Belajar memasak dari nol jelas hemat dan meningkatkan kualitas makanan.
Artikel Terkait
Slow Living di Temanggung: Hidup Tenang dan Damai, Tak Semua Sempurna
Tak Ada Kehidupan Setelah Isya di Purworejo: Kota yang Mengajarkan Slow Living yang Sebenarnya
Slow Living di Kedu: Bukan Hanya Melambatkan Langkah, Tapi Juga Menata Ulang Ritme Hidup
Apa Itu Slow Living? Intip Makna, Asal Usul, Manfaat, dan Cara Memulai Hidup Sadar di Tengah Dunia yang Serba Cepat
Pindah ke Desa untuk Hidup Slow Living? Ini 5 Hal Penting yang Wajib Kamu Pertimbangkan Sebelum Memutuskan!