Jangan Panik Dulu: Puasa Qadha di Akhir Syaban Itu Boleh, Tapi Ada Syaratnya

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Sabtu, 31 Januari 2026 | 21:21 WIB
Ilustrasi Puasa qadha di akhir Syaban boleh dalam kondisi tertentu, (Desain AI )
Ilustrasi Puasa qadha di akhir Syaban boleh dalam kondisi tertentu, (Desain AI )

Namun, banyak ulama Syafi’iyah lainnya juga memahami bahwa larangan itu bisa bermakna kuat, sehingga mereka menghukumi haram puasa dari tanggal 16 sampai akhir Syaban, tetapi bukan dalam semua kondisi.

Baca Juga: IHSG Ambruk 2 Hari, Pejabat BEI-OJK Mundur Beruntun: Apa Sinyal Bahaya untuk Investor?

Kapan Puasa di Paruh Kedua Syaban Jadi Boleh? Ini 3 Kondisinya

Nah, ini bagian yang paling sering membuat orang lega: ada beberapa keadaan yang membuat puasa di akhir Syaban tetap diperbolehkan.

1) Puasa disambung dari hari sebelumnya

Artinya, seseorang tidak memulai puasa “mendadak” setelah tanggal 15.

Misalnya ia sudah puasa sejak tanggal 15 Syaban, lalu lanjut tanggal 16, 17, dan seterusnya, maka itu boleh.

Namun menjelang tanggal 29 atau 30, sebaiknya berhati-hati karena bisa masuk hari syak, yaitu hari yang masih meragukan apakah Ramadan sudah masuk atau belum.

2) Puasa sesuai kebiasaan rutin

Kalau seseorang memang punya kebiasaan puasa tertentu, maka ia tetap boleh menjalankannya meskipun sudah masuk paruh kedua Syaban.

Contohnya orang yang rutin puasa Senin-Kamis, maka ketika Senin-Kamis itu jatuh setelah tanggal 15 Syaban, ia tetap boleh berpuasa karena bukan puasa yang “tiba-tiba”.

3) Puasa yang sifatnya wajib: nazar, qadha, atau kafarat

Ini poin penting untuk banyak orang, terutama perempuan yang sering memiliki utang puasa Ramadan karena haid atau nifas.

Jika puasanya adalah puasa qadha, atau juga nazar dan kafarat, maka hukumnya boleh dilakukan di paruh kedua Syaban.

Keterangan ini disebutkan dalam kitab I’anatut Thalibin karya Abu Bakar Syatha ad-Dimyathi (juz 2, hlm. 309).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: mui.or.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Lirik Yalal Waton Latin, Arab, Arti, dan Penciptanya

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:24 WIB
X