Berpikir Seperti Marcus Aurelius di Dunia TikTok: Stoisisme Versi Anak Gen Z

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Jumat, 31 Oktober 2025 | 17:05 WIB
Ilustrasi Marcus Aurelius, sang Kaisar Filsuf (Pinterest @stoic_wisdom)
Ilustrasi Marcus Aurelius, sang Kaisar Filsuf (Pinterest @stoic_wisdom)

Ada kesalahpahaman umum: menjadi stoik berarti kaku, dingin, atau tanpa emosi.

Baca Juga: Detox dari Validasi: Cara Gen Z Menemukan Bahagia Tanpa Perlu Likes

Padahal, stoisisme mengajarkan bagaimana mengelola emosi, bukan menekan mereka.
Marcus Aurelius sendiri adalah sosok yang penuh rasa — hanya saja ia belajar tidak dikuasai oleh amarah, kesedihan, atau ketakutan.

Bagi generasi yang hidup dengan notifikasi dan ekspektasi tanpa henti, ajaran ini terasa relevan.

Stoisisme versi Gen Z bukan tentang menolak perasaan, tapi belajar menavigasi perasaan dengan tenang, seperti berselancar di tengah badai digital.

Baca Juga: Tamparan di Dapur Gizi: Ketika Emosi Pejabat Menguji Batas Kemanusiaan

Mengapa Stoisisme Masih Relevan Hari Ini

Dunia modern membuat kita bereaksi cepat terhadap apa pun — dari trending topic sampai komentar haters.

Tapi stoisisme mengingatkan: reaksi cepat bukan selalu reaksi tepat.
Itulah mengapa banyak Gen Z kini menjadikan filosofi ini sebagai bentuk digital detox mental.

Alih-alih panik karena dunia tidak berjalan sesuai keinginan, mereka belajar berkata:

> “Ini di luar kendaliku. Tapi aku bisa memilih bagaimana aku menanggapinya.”

Itu bukan sekadar kalimat bijak — itu bentuk kebebasan sejati di dunia serba sibuk ini.

Stoisisme: Gaya Hidup Anti-Drama

Di akhir hari, mungkin stoisisme adalah satu-satunya “tren” yang tidak usang.
Ketika algoritma berubah dan konten berganti tiap detik, filosofi ini tetap sama:
Tenang, rasional, dan fokus pada diri sendiri.

Marcus Aurelius mungkin tidak punya akun TikTok, tapi jika dia hidup hari ini, mungkin ia akan menulis caption sederhana di bio-nya:

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: Berbagai sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Lirik Yalal Waton Latin, Arab, Arti, dan Penciptanya

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:24 WIB
X