Baca Juga: Waktu Berjalan Lambat di Desa Sukomakmur, Tempat Indah yang Menenangkan
Miskin Disalahkan, Kaya Dicurigai
Di desa, kemiskinan bukan hanya tentang tidak punya uang, tapi juga tsoal status sosial. Orang yang hidup pas-pasan kerap jadi bahan omongan. Kadang dimulai dengan kalimat simpati, padahal ujung-ujungnya gosip.
“Kasihan ya, anaknya Bu Darmi belum juga kerja. Padahal sudah jadi sarjana, atai jangan-jangan dia tidak lulus sekolahnya?”
“Dulu rumah peninggalan oratuanya bagus, bersih. Sayang sekarang kurang terawatt. Padahal banyak saudaranya yang kaya di kota.”
Orang miskin dianggap malas, padahal banyak dari mereka sudah bekerja keras dari pagi sampai malam untuk bertahan hidup. Tapi kerja keras di desa tidak selalu berbanding lurus dengan penghasilan.
Saat semua usaha belum membuahkan hasil, cibiran malah datang duluan. Ironisnya, ketika seseorang memutuskan merantau demi memperbaiki nasib, muncul komentar; “Anak muda sekarang, nggak betah hidup sederhana.”
Ketika mereka berhasil dan sukses, komentar miring tidak otomatis berhenti. Di banyak desa, kesuksesan justru bisa memancing kecurigaan. Ujung-ujungnya gossip lagi.
Baca Juga: Ini Alasan Purwokerto Cocok Jadi Kota Impian untuk Slow Living dan Menikmati Pensiun
Kesuksesan vs Pesugihan
Cerita seperti ini bukan tidak ada. Seorang pemuda lulusan teknik informatikadi sukses menjadi programmer lepas. Pendapatannya mencapai puluhan juta per bulan dari klien dalam dan luar negeri.
Dia memilih pulang kampung karena ingin menemani dan membahagiakan masa tua kedua orangtuanya. Karena itu dia bekerja dari rumah. Tapi alih-alih disanjung, dia malah digunjingkan.
“Kok bisa cepat banget kayanya?”
“Katanya pakai pesugihan, kerjanya di rumah terus.”
Ironis, di era digital, ternyata masih banyak yang sulit menerima bahwa seseorang bisa sukses hanya dengan modal laptop dan koneksi internet.
Artikel Terkait
Mengenal Gaya Hidup Slow Living, Tidak Harus Hidup di Desa!
Temukan Kedamaian! Ini 7 Kota Terbaik untuk Liburan Slow Living di Indonesia, Cocok untuk Healing dan Menenangkan Diri
Mindfulness dan Meditasi: Seni Hidup Slow di Era Serba Cepat
Revolusi Pelan-Pelan: Slow Living sebagai Jurus Rahasia Menang di Era Serba Cepat
Dari Burnout ke Bliss: Rahasia Slow Living yang Diam-Diam Mengubah Cara Kita Bekerja dan Hidup
5 Kota Terbaik untuk Slow Living, Bukan Jogja atau Solo!
10 Kota Slow Living di Indonesia yang Cocok untuk Menenangkan Diri
Daerah Terbaik Slow Living di Jawa Tengah, Solo, Salatiga, Magelang atau Purwokerto?