Dari Malioboro, Presiden Jokowi Awali Penyerahan Bantuan Tunai PKL dan Warung

photo author
Ganug Nugroho Adi, TitikTemu.co
- Minggu, 10 Oktober 2021 | 06:30 WIB
Presiden Joko Widodo meresmikan peluncuran Program Penyaluran BT-PKLW di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, pada Sabtu, 9 Oktober 2021.  (BPMI Setpres/Laily Rachev)
Presiden Joko Widodo meresmikan peluncuran Program Penyaluran BT-PKLW di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, pada Sabtu, 9 Oktober 2021. (BPMI Setpres/Laily Rachev)

TITIKTEMU.CO, YOGYAKARTA - Presiden Joko Widodo meresmikan program bantuan tunai untuk pedagang kaki lima (PKL) dan warung kecil di Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (9/10/2021).

Secara bertahap, bantuan akan diberikan kepada 1 juta PKL dan warung kecil di seluruh Indonesia dengan besaran masing-masing Rp1,2 juta.

Presiden Jokowi mengawali penyerahan bantuan di Yogyakarta. Ikut mendampingi Presiden, antara lain Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, dan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti.

Baca Juga: HUT ke-265 Yogyakarta: Deklarasikan Tuntas Vaksinasi dan Peluncurkan City Branding, YK City of Media Art

"Nilainya Rp1,2 juta cukup menurut hitungan kita. Dimulai pertama kali di kawasan Malioboro," kata Jokowi seperti dilansir TITIKTEMU.CO dari laman presidenri.go.id.

Presiden Jokowi menjelaskan nantinya penyaluran bantuan untuk PKL dan usaha warung kecil di seluruh Indonesia akan dilakukan oleh TNI dan Polri.

Bantuan tersebut disambut baik oleh para PKL dan pelaku usaha warung. Ketua Koperasi Paguyuban PKL Malioboro Tri Dharma, Rudiarto mengapresiasi pemerintah atas bantuan tunai itu.

Baca Juga: Gym dan Fitness Center di Yogyakarta Sudah Boleh Buka. Langgar Protokol Kesehatan, akan Disegel Usahanya

Rudi berharap kunjungan Presiden akan meyakinkan para wisatawan bahwa Malioboro aman untuk dikunjungi. Dia berharap PPKM level Yogyakarta akan segera turun.

"Kalau kondisi membaik, PPKM level turun otomatis sektor pariwisata dibuka lagi. Para PKL tentu  ikut menikmati kunjungan wisatawan," ujar seorang perwakilan PKL.

Yogyakarta saat ini masih memberlakukan PPKM level 3. Capaian vaksinasi total mencapai 83,45 persen, sedangkan untuk lansia sebesar 63,23 persen.

Baca Juga: Presiden Joko Widodo meresmikan Rumah Susun Untuk Para Santri Ponpes Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta

Masih bertahannya Yogyakarta di PPKM level 3, menurut Sultan HB X, karena sulitnya memantau orang tanpa gejala (OTG). Apalagi, jika OTG sama-sekali belum divaksin.

Terkait dengan pariwisata, Sultan HB X mengatakan pihaknya belum akan menambah pembukaan destinasi wisata baru, kecuali tujuh objek wisata yang sudah diizinkan uji coba oleh pemerintah pusat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ganug Nugroho Adi

Sumber: presidenri.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X