Tradisi Jamasan Pusaka Kembali Dilakukan Di Yogyakarta Dengan Prokes Ketat

photo author
Leonardo Pamungkas, TitikTemu.co
- Senin, 6 September 2021 | 19:16 WIB
Pusaka Tombak Kyai Wijoyo Mukti adalah lambang sekaligus harapan Gubernur DIY kepada Pemkot Yogyakarta agar bisa membawa masyarakat lebih sejahtera. (foto: laman jogjakota.go.id)
Pusaka Tombak Kyai Wijoyo Mukti adalah lambang sekaligus harapan Gubernur DIY kepada Pemkot Yogyakarta agar bisa membawa masyarakat lebih sejahtera. (foto: laman jogjakota.go.id)

TITIKTEMU.CO

YOGYAKARTA, DIY - Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Yogyakarta kembali menggelar prosesi Jamasan Pusaka Tombak Kyai Wijoyo Mukti 2019 di Balaikota Yogyakarta, Jumat (3/9) pekan lalu. Jamasan ini langsung dipimpin oleh Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi dan diikuti seluruh karyawan Pemerintahan Kota Yogyakarta, Pamerti Wiji dan Abdi Keprajan di Kota Yogyakarta.

“Jamasan ini seperti halnya membersihkan barang yang kita miliki. Bahan-bahan yang memang dipakai ini untuk menjaga keawetan dari pusaka. Jika tidak selalu kita bersihkan,  maka pusaka tadi atau tombak akan cepat rusak, korosif dan cepat karatan. Kita harus senantiasa merawat ini agar awet,” ungkap Heroe Poerwadi.

Baca Juga: Pemkot Yogyakarta Menyediakan Mobil Layanan Vaksinasi Yogya Yang Bisa Jemput Bola

 

“Ibaratnya ini adalah kepercayaan raja atau ngarso dalem kepada kami yang mengemban tugas demi kemajuan Kota Yogyakarta agar membawa kesejahteraan bagi warga Kota Yogyakarta. Pusaka tersebut sudah berumur lebih dari 100 tahun dan terlihat masih utuh, ini menunjukkan bahwa Pemkot Yogyakarta merawatnya dengan baik,” jelasnya.

Baca Juga: Uji Coba KA Bandara Yogya Oleh Wakil Walikota Yogyakarta. Ini Tarifnya Setelah Masa Promo Berakhir

Kepala Dinas Kebudayaan (Dinbud) Kota Yogyakarta, Yetti Martanti mengatakan, jamasan ini sebagai bentuk penghormatan dan merawat pusaka yang sudah diamanahkan kepada Pemkot Yogya. Setiap tahunnya dibersihkan untuk menjaga keawetannya.

“ Jamasan pusaka memang kita yang diamanahkan, untuk kemudian dirawat dan dilestarikan sebagai bagian dari budaya, dan untuk saat ini memang jamasan tetap dilaksanakan, tentu dengan protokol kesehatan yang tertib dan sangat ketat, sehingga kita tidak mengundang banyak orang,” ungkapnya.

Baca Juga: Jogja Masih PPKM Level 4, Ini Ketentuan Pelaku Perjalanan Domestik Di Wilayah Itu

Karena pelaksanaan jamasan pada saat pandemi maka peserta sangat dibatasi dan menerapkan protokol keseatan yang ketat, jika biasanya banyak dari pusakawan yang  hadir, demi menghindari adanya kerumunan hanya beberapa saja yang datang dalam acara tersebut.

“ Saat ini hanya satu pusaka karena memang dalam kondisi pandemi kita harus terbatas sehingga ini yang harus kita lakukan. Tetap kita lakukan kegiatan yang terkait dengan apa yang disampaikan Wakil Walikota Yogya sebagai bagian dari pelestarian budaya dilakukan dengan tertib dan memenuhi prokes dengan baik,” jelasnya. (leo)***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Humas Pemkot Yogya

Tags

Rekomendasi

Terkini

X