Baca Juga: Manchester City Diuji Kekuatan Southampton Di Etihad Stadium
Baron menambahkan, Program Ngopi Doeloe ini untuk membantu para petani mulai dari pembibitan, perawatan, panen, sortasi biji, penjemuran, sangrai/roasting, giling, pengemasan, pemasaran, dan pengolahan varian produk. Selain itu, PGE juga membentuk Rumah Belajar Kopi sebagai sarana bagi para petani untuk pengembangan pengetahuan kelompok petani dan masyarakat.
Adapun dari segi inovasi, dijelaskan bahwa telah menghadirkan tiga inovasi yang membantu para petani untuk mengolah benih kopi. Seperti inovasi pengering kopi memanfaatkan panas dari brine, inovasi sangrai hemat biaya, dan inovasi sortasi.
"Melalui program Ngopi Doeloe ini PGE bersama pemerintah setempat berkolaborasi melalui pengadaan alat produksi pasca panen, Rumah Belajar Kopi, pelatihan pasca-panen, inovasi mesin roasting, pembangunan mini-lab, mini coffee shop dan galeri penelitian kopi," tambah Corporate Secretary PT PGE, Muhammad Baron.
Baca Juga: Kasus Penyerangan di Papua, Komnas HAM Dinilai Tidak Peka. Netizen: Komen Woy..
Baron berharap program ini dapat membantu mewujudkan kemandirian petani, meningkatkan taraf
Dukungan yang dilakukan PGE terhadap Kukuh, merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam hal Environment, Social, and Governance (ESG).
Seperti diketahui, ESG menjadi faktor utama untuk mengukur tingkat keberlanjutan dan dampak sosial dari investasi yang sudah dilakukan perusahaan. Tidak hanya itu, penerapan ESG, khususnya dari sisi environmental (lingkungan), sebagai wujud dari sebuah perusahaan dalam mendukung implementasi green economy.
Baca Juga: Mitos atau Fakta, Merokok Bisa Meredakan Stress
Berkat program ini, kopi Ulubelu kini telah merambah internasional. Terjauh, Kopi Beloe sudah diekspor ke Italia. Bahkan, kini kopi asli Lampung ini menjadi pemasok salah satu kedai di Singapura.***