Saat dicecar pertanyaan oleh media di gedung Direktorat Jenderal Pajak mengenai potensi dilakukannya uji ketahanan atau stress test ulang terhadap APBN, Purbaya menggelengkan kepala.
Sambil bercanda, beliau justru melontarkan kelakar segar bahwa saat ini justru dirinyalah yang sedang merasa stres menghadapi dinamika pasar.
Purbaya menjamin bahwa timnya sudah melakukan perhitungan matang dengan berbagai skenario terburuk, termasuk simulasi andai harga minyak dunia melambung hingga US$100 per barel.
Dalam kalkulasi ketat tersebut, pergerakan nilai tukar rupiah pun sudah ikut diantisipasi dengan sangat presisi.
Baca Juga: Isu APBN Tinggal Dua Minggu Hebohkan DPR, Menkeu Purbaya: Saya Sendiri Sampai Bingung!
Oleh karena itu, pemerintah memastikan tidak perlu ada drama hitung ulang atau perombakan total pada struktur pos anggaran negara yang sedang berBingung
Komitmen ini menjadi angin segar yang membuktikan bahwa benteng pertahanan fiskal kita masih sangat kokoh berdiri.
Pemerintah tidak ingin mengambil langkah reaktif yang justru berpotensi memicu spekulasi liar di kalangan pelaku industri dan pasar modal.
Strategi Cerdik Intervensi Pasar Obligasi
Di balik layar, pemerintah nyatanya tidak tinggal diam membiarkan mata uang garuda terus-menerus digempur oleh kedigdayaan dolar AS.
Purbaya membocorkan bahwa Direktorat Jenderal Perbendaharaan telah bergerak taktis melakukan intervensi di pasar Surat Berharga Negara (SBN) lewat treasury operation.
Hasilnya pun mulai terlihat nyata, di mana tingkat imbal hasil atau bond yield di pasar obligasi Indonesia perlahan mulai mengalami penurunan yang stabil.
Baca Juga: Kurban Remote via Online: Gak Lihat Hewannya Disembelih Langsung, Emang Tetap Sah?
Langkah borong surat berharga ini sengaja dilakukan demi mengendalikan psikologis pasar agar situasi tetap kondusif dan berada di bawah radar kontrol pemerintah.