Transisi Panjang Menuju Cashless
Ketika ditanya kapan Indonesia benar-benar siap meninggalkan uang tunai, para pengamat sepakat jawabannya tidak singkat.
Dengan kondisi geografis yang luas, tingkat literasi digital yang beragam, serta akses perbankan yang belum merata, proses menuju masyarakat cashless diperkirakan masih memerlukan waktu bertahun-tahun.
Digitalisasi pembayaran bukan sekadar soal teknologi, tetapi juga soal kesiapan manusia di baliknya.
Euforia pembayaran digital tidak bisa dipungkiri membawa banyak manfaat. QRIS memudahkan, mempercepat, dan menertibkan transaksi.
Namun selama uang tunai masih menjadi alat pembayaran sah dan paling dipahami oleh sebagian masyarakat, menghapusnya sepenuhnya justru berpotensi menciptakan jurang baru.
Di masa transisi ini, pilihan adalah kunci. QRIS boleh menjadi arus utama, tetapi uang tunai masih layak mendapat tempat—setidaknya sampai semua orang benar-benar siap melangkah ke masa depan yang sepenuhnya digital.***