ekonomi

Fenomena Cashless Only: QRIS Memudahkan Transaksi, Tapi Tak Semua Masyarakat Siap

Kamis, 25 Desember 2025 | 20:25 WIB
Pembayaran Non-Tunai Jadi Andalan, Namun Opsi Tunai Dinilai Tetap Perlu (Desain AI )

Ponsel lebih sering digunakan untuk menelepon atau mengirim pesan singkat lewat WhatsApp.

Aplikasi pembayaran digital masih terasa asing dan rumit.

“HP ada, tapi cuma dipakai buat komunikasi. Kalau untuk aplikasi pembayaran digital, mereka belum paham dan belum terbiasa,” ujarnya.

QRIS Belum Sepenuhnya Ramah Lansia

Menurut Indah, kebijakan pembayaran non-tunai secara penuh belum sepenuhnya mempertimbangkan kenyamanan kelompok lansia.

Banyak orang tua yang seolah dipaksa menyesuaikan diri dengan sistem yang belum mereka pahami.

“Masih banyak orang tua yang belum siap, tapi situasinya seperti tidak punya pilihan lain,” ucapnya.

Ia menilai, yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya edukasi teknologi, tetapi juga fleksibilitas dalam bertransaksi.

Kehadiran opsi pembayaran tunai dinilai jauh lebih adil di tengah masa transisi digital ini.

“Bukan berarti menolak QRIS. Tapi jangan sampai uang cash dihilangkan total,” tegas Indah.

Inklusivitas Jadi Kunci Transformasi Digital

Pengamat ekonomi menilai, transformasi digital yang sehat seharusnya tidak menciptakan kelompok yang tertinggal.

Pembayaran non-tunai memang menawarkan efisiensi dan keamanan, tetapi inklusivitas tetap harus menjadi pijakan utama.

QRIS dinilai tepat jika dijadikan metode utama, namun bukan satu-satunya.

Kombinasi antara pembayaran digital dan tunai dianggap sebagai jalan tengah yang paling realistis untuk kondisi Indonesia saat ini.

Halaman:

Tags

Terkini