Merasa Sudah Kelas Menengah? Data BPS Bisa Bikin Gen Z Melihat Kondisi Keuangan dengan Cara Berbeda

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:48 WIB

Bukan Soal Gaji Besar, tapi Seberapa Tahan Kondisi Keuangan

Kesalahpahaman lain adalah menganggap kelas ekonomi ditentukan langsung oleh besarnya gaji. Padahal, BPS menggunakan pendekatan pengeluaran rumah tangga per kapita dan garis kemiskinan sebagai dasar pengelompokan.

Itulah sebabnya dua orang dengan pendapatan sama bisa memiliki kondisi ekonomi berbeda. Biaya hidup, jumlah anggota keluarga, tempat tinggal, serta pola pengeluaran dapat membuat posisi mereka berada pada kelompok ekonomi yang berbeda.

Baca Juga: Demo 27 Agustus Memanas: RUU Perampasan Aset Jadi Tuntutan, Siapa Saja yang Turun ke Jalan?

Data terbaru BPS juga menunjukkan persentase penduduk miskin Indonesia turun menjadi 8,25 persen pada September 2025 atau sekitar 23,36 juta orang. Namun, berada di atas garis kemiskinan tidak otomatis berarti seseorang sudah hidup aman secara finansial.

Jadi, kalau selama ini merasa “lumayan mapan” karena masih bisa mengikuti tren, mungkin ada baiknya melihat rekening sebelum melihat Instagram.

Kelas menengah bukan sekadar soal terlihat mampu. Yang lebih penting adalah seberapa kuat kondisi ekonomi seseorang menghadapi kenaikan biaya hidup, kehilangan penghasilan, dan kebutuhan tak terduga.***

SEO Elements

Meta description:
Kelas menengah Indonesia ternyata tak sesederhana gaji dan gaya hidup. Simak data BPS dan posisi ekonomi sebenarnya.

5 keyword pendek:
kelas menengah
data BPS
Gen Z
gaya hidup
ekonomi Indonesia

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Leihana

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X